Terombang-ambing 17 Jam di Tengah Samudera, Kakek Hasan Berhasil Pulang Berkat Insting Layar

Kekhawatiran keluarga memuncak lantaran Hasan biasanya sudah menambatkan perahunya sebelum petang

24 Feb 2026 - 16:59
Terombang-ambing 17 Jam di Tengah Samudera, Kakek Hasan Berhasil Pulang Berkat Insting Layar
Saat korban berhasil ditemukan (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) - Ketegangan menyelimuti pesisir Kampung Padegan Barat, Desa Tanjung Kamal, saat seorang nelayan senior dilaporkan hilang kontak di perairan utara Situbondo. Hasan Basri (74), yang telah melaut sejak fajar menyingsing pada Selasa (24/2/2026), tak kunjung nampak di cakrawala hingga malam merayap turun.

Kekhawatiran keluarga memuncak lantaran Hasan biasanya sudah menambatkan perahunya sebelum petang. Merespons laporan warga, Satpolairud Polres Situbondo segera mengerahkan personel untuk melakukan penyisiran di titik-titik krusial yang diduga menjadi lokasi terakhir korban.

Kasat Polair Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, mengonfirmasi bahwa pihaknya langsung bergerak cepat melakukan koordinasi lintas sektor setelah menerima kabar hilangnya nelayan lansia tersebut.

"Personel kami bersama Polsek Mangaran dan dibantu nelayan setempat segera menuju lokasi untuk mengumpulkan keterangan. Kami juga menyiagakan potensi SAR di seluruh wilayah perairan," ujar Gede saat memberikan keterangan resmi.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun, Hasan memulai perjalanannya sekitar pukul 04.00 WIB menuju area tangkapan "Se Batoh", sebuah lokasi yang berjarak sekitar 12 mil laut dari bibir pantai. Meski sempat terlihat oleh sesama nelayan di perairan Desa Gellung pada sore hari, Hasan tak pernah sampai ke daratan hingga pukul 18.00 WIB.

Operasi pencarian dilakukan di tengah kegelapan malam dengan menyisir koordinat terakhir keberadaan korban. Beruntung, ketegangan itu berakhir dengan rasa syukur saat perahu Hasan nampak samar-samar mendekati dermaga sekitar pukul 21.00 WIB.

Setelah dievakuasi, terungkap bahwa Hasan harus bertaruh tenaga karena mesin perahunya mengalami kerusakan total di tengah laut. Tanpa tenaga mesin, pria berusia 74 tahun ini terpaksa membentangkan layar demi mencapai daratan secara manual.

"Keterlambatan ini murni karena kendala teknis mesin perahu yang mati. Laju perahu sempat terhambat karena arah angin bertiup ke utara, sehingga menyulitkan korban untuk mengarahkan perahu pulang," jelas Gede.

Beruntung, Hasan ditemukan dalam kondisi sehat tanpa cedera sedikit pun meskipun sempat terombang-ambing selama berjam-jam di laut lepas. Ia berhasil menaklukkan arus hanya dengan mengandalkan insting navigasi tradisional dan layar seadanya.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi komunitas nelayan di Situbondo. Kepolisian mengimbau para pelaut untuk tidak hanya mengandalkan keberuntungan saat mencari nafkah di tengah samudera.

"Kami minta para nelayan untuk selalu mengecek kondisi mesin dan alat keselamatan sebelum berangkat. Jangan abaikan prosedur teknis karena risiko di tengah laut bisa datang kapan saja," pungkas Gede.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow