Laka Kerja Pekerja di Driyorejo Gresik Tewas Tertimpa Marmer, Evakuasi Dramatis Hampir Satu jam
"Nahas, piringan crane yang digunakan tiba-tiba pecah. Material marmer yang hendak diangkat langsung jatuh, korban ikut terjatuh dan tertimpa pecahan marmer. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian," ujar Perwira Piket Damkarla Gresik, Sulyono, berdasarkan laporan petugas di lapangan.
Gresik, (afederasi.com) – Kecelakaan kerja tragis terjadi di Pergudangan Casa Sumput Blok D3, Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jumat (17/07/2026) sore. Seorang pekerja bernama Suryadi (41), warga Dusun Pendem, Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, meninggal dunia setelah tertimpa tumpukan marmer saat proses pengangkatan material menggunakan crane.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan keterangan pihak perusahaan, korban saat itu tengah memasang tali pengikat pada lempengan marmer yang akan diangkat menggunakan crane. Saat proses berlangsung, korban berada di atas tumpukan marmer.
"Nahas, piringan crane yang digunakan tiba-tiba pecah. Material marmer yang hendak diangkat langsung jatuh, korban ikut terjatuh dan tertimpa pecahan marmer. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian," ujar Perwira Piket Damkarla Gresik, Sulyono, berdasarkan laporan petugas di lapangan.
Laporan kejadian diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik Pos Driyorejo pada pukul 15.33 WIB. Empat menit kemudian, tim rescue langsung diberangkatkan dan tiba di lokasi pukul 15.48 WIB untuk melakukan evakuasi.
Proses penyelamatan tidak berjalan mudah. Posisi korban yang tertindih pecahan marmer dan kabel crane yang masih terjepit membuat petugas tidak dapat menggunakan alat berat sehingga evakuasi harus dilakukan secara manual.
"Evakuasi berlangsung sekitar satu jam. Setelah korban berhasil dikeluarkan dari timbunan marmer, jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk proses lebih lanjut," kata Sulyono.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Damkarla Gresik berkoordinasi dengan Polsek Driyorejo, tim medis RS Petrokimia Gresik, Klinik Al Mubaroq, ambulans HSMS, serta pihak perusahaan dan rekan-rekan korban.
Dari peristiwa ini, Kadis Damkarla Gresik, Suyono mengimbau pentingnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), terutama pada aktivitas pengangkatan material berat yang memiliki risiko tinggi.
"Hingga kini, penyebab pasti pecahnya komponen crane yang memicu kecelakaan masih dalam penanganan aparat berwenang," tandasnya.(frd)
What's Your Reaction?

