Dampak Ekonomi Piala Dunia Capai Rp5 T, UMKM Lamongan Ketiban Untung

"Alhamdulillah, selama gelaran Piala Dunia 2026 ini kedai kami kebanjiran pengunjung. Jumlah pelanggan yang datang untuk nonton bareng meningkat drastis dibandingkan hari biasa. Meja-meja selalu penuh, dan otomatis penjualan kopi serta makanan ringan kami juga naik berlipat-lipat. Ini benar-benar berkah luar biasa bagi kami pelaku usaha kecil di daerah," ungkap Fajar Alfaru gembira saat ditemui, Jumat (17/7/2026) pagi.

17 Jul 2026 - 09:24
Dampak Ekonomi Piala Dunia Capai Rp5 T, UMKM Lamongan Ketiban Untung
Pendukung Timnas Argentina di Indonesia saat menyaksikan Nonton Bareng. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Geliat pesta bola Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menjadi panggung kebesaran tim-tim raksasa dunia, tetapi juga menjelma sebagai pendorong roda ekonomi masyarakat hingga ke tingkat akar rumput seperti di Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Semarak acara nonton bareng (nobar) yang menjamur di berbagai sudut terbukti mendatangkan berkah melimpah bagi para pelaku usaha mikro. Jumat, (17/7/2026).

Kondisi ini sejalan dengan rilis terbaru yang dikutip dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang mencatat perputaran ekonomi nasional selama turnamen tembus lebih dari Rp 5,03 triliun. Menariknya, aliran ekonomi dari aktivitas penyiaran on-air maupun kegiatan komersial off-air tersebut tidak hanya dinikmati kota-kota metropolitan saja, melainkan langsung mengalir deras menyentuh para pelaku UMKM di daerah, termasuk warung-warung dan kedai kopi di Lamongan.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan langsung dampak positif dari euforia bola ini adalah Fajar Alfaru, pelaku UMKM sekaligus pemilik salah satu kedai kopi Depkes di Lamongan. Kedai miliknya yang biasanya ramai standar pada hari biasa, kini kebanjiran pengunjung di setiap pagi pertandingan piala dunia berlangsung.

"Alhamdulillah, selama gelaran Piala Dunia 2026 ini kedai kami kebanjiran pengunjung. Jumlah pelanggan yang datang untuk nonton bareng meningkat drastis dibandingkan hari biasa. Meja-meja selalu penuh, dan otomatis penjualan kopi serta makanan ringan kami juga naik berlipat-lipat. Ini benar-benar berkah luar biasa bagi kami pelaku usaha kecil di daerah," ungkap Fajar Alfaru gembira saat ditemui, Jumat (17/7/2026) pagi.

Antusiasme luar biasa dari warga untuk melakukan nobar di kedai-kedai kopi lokal ini turut dikuatkan oleh survei nasional dari Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa sebanyak 78,1 persen warga aktif mengikuti kegiatan nonton bareng minimal satu kali selama turnamen berlangsung.

Pengeluaran rata-rata masyarakat per kegiatan nobar mencapai Rp 51 ribu per orang, yang mayoritas dihabiskan untuk membeli makanan, minuman, serta paket internet pendukung. Sementara itu sektor Horeka (Hotel, Restoran, dan Kafe) secara nasional memang mendominasi perputaran uang piala dunia dengan nilai mencapai Rp 2,4 triliun. Hal ini membuktikan bahwa tradisi nongkrong di warkop sambil nobar yang sudah mendarah daging di tengah warga memiliki andil riil dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, dalam kajiannya menegaskan bahwa kolaborasi apik dari berbagai sektor membuat piala dunia menjadi motor ekonomi inklusif.

"Piala Dunia 2026 tidak hanya memberikan manfaat bagi pemilik merek nasional, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi yang merata bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, hingga UMKM di tingkat kabupaten/kota," terang Kukrit Suryo Wicaksono.

Apresiasi dari masyarakat dan pelaku UMKM juga tertuju pada LPP TVRI sebagai pemegang hak siar resmi yang menyajikan siaran secara gratis (free-to-air). Kemudahan akses siaran tanpa biaya ini membuat pelaku usaha kedai kopi di daerah bebas menggelar acara nobar tanpa dibayangi beban administrasi lisensi yang memberatkan, sehingga memberikan ruang bebas bagi usaha mikro untuk berkreasi menarik pelanggan.

Dengan suksesnya perputaran ekonomi ini, Piala Dunia 2026 membuktikan bahwa ajang olahraga berskala global mampu disinergikan menjadi stimulus nyata dalam mempertahankan sekaligus menumbuhkan ekonomi rakyat kecil di Indonesia. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow