Nahkoda Baru PKB Tulungagung Tancap Gas, Konsolidasi hingga Ranting Jadi Prioritas
Ketua PKB Tulungagung, H. Abdullah Ali Munib, menilai penetapan kepengurusan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat organisasi. Menurutnya, fokus utama setelah menerima mandat adalah membangun konsolidasi internal hingga tingkat pengurus anak cabang (PAC), desa, dan ranting agar struktur partai semakin kokoh menghadapi dinamika politik yang terus berkembang.
Tulungagung, (afederasi.com) – PKB Tulungagung memulai babak baru setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa melalui Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) periode 2026–2031. Penyerahan SK berlangsung di Hotel Millennium, Surabaya, Sabtu (4/7/2026), dan diikuti seluruh pengurus DPC se-Jawa Timur sebagai penanda dimulainya kepengurusan baru di masing-masing daerah.
Ketua PKB Tulungagung, H. Abdullah Ali Munib, menilai penetapan kepengurusan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat organisasi. Menurutnya, fokus utama setelah menerima mandat adalah membangun konsolidasi internal hingga tingkat pengurus anak cabang (PAC), desa, dan ranting agar struktur partai semakin kokoh menghadapi dinamika politik yang terus berkembang.
Usai menerima SK, PKB Tulungagung langsung menyusun agenda konsolidasi lanjutan. Salah satu program terdekat adalah pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang akan membentuk kepengurusan PAC di seluruh kecamatan. Proses tersebut akan didampingi langsung oleh DPW PKB Jawa Timur, mulai dari tahapan asesmen, uji kelayakan hingga proses penentuan calon ketua PAC.
Dalam agenda serah terima amanat, PKB Tulungagung juga menandai estafet kepemimpinan dari pengurus sebelumnya. Ketua DPC periode terdahulu, H. Ahmad Syafi'i, secara simbolis menyerahkan amanah kepada kepengurusan baru. Abdullah Ali Munib menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus lama atas dedikasi yang telah diberikan serta berharap semangat perjuangan untuk membesarkan PKB terus berlanjut.
Menurut Abdullah Ali Munib, PKB Tulungagung tidak hanya berfokus pada pembenahan struktur organisasi, tetapi juga memperkuat kedekatan dengan masyarakat. Salah satu program yang terus dijalankan adalah kegiatan Hari Fraksi, yaitu forum tatap muka antara anggota Fraksi PKB dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi, menerima masukan, sekaligus memperjuangkan berbagai kebutuhan warga melalui jalur legislatif.
Selain penyerahan SK, jajaran pengurus PKB Tulungagung juga mengikuti pelatihan manajemen organisasi dan pengelolaan keuangan partai. Materi yang diberikan menitikberatkan pada transparansi, akuntabilitas, serta tata kelola organisasi yang profesional sebagai bagian dari upaya membangun partai yang modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Agenda berikutnya bagi PKB Tulungagung adalah pelantikan resmi kepengurusan yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli 2026 di Jakarta. Pelantikan tersebut akan diikuti oleh seluruh Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPC PKB dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk pengukuhan kepengurusan hasil keputusan DPP.
Dengan kekuatan sembilan kursi di DPRD Kabupaten Tulungagung, PKB Tulungagung menargetkan konsolidasi organisasi menjadi fondasi utama dalam memperkuat pelayanan politik kepada masyarakat. Kepemimpinan Abdullah Ali Munib diharapkan mampu menjaga soliditas internal partai sekaligus meningkatkan peran PKB dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Tulungagung di tingkat daerah maupun nasional. (jae)
What's Your Reaction?

