Omzet Pedagang UMKM Melonjak Selama PetroNite Fest 2026, Transaksi Diperkirakan Capai Miliaran Rupiah
"Belum buka pukul 16.00 WIB, pembeli sudah antre. Dari hari pertama sampai sekarang dagangan kami selalu habis sebelum pameran ditutup. Penjualannya jauh lebih ramai dibandingkan event lain yang kami ikuti,” ujar Riska Indayani, penjaga stan Jajano.
Gresik, (afederasi.com) - PetroNite Fest 2026 tidak hanya sukses menyedot puluhan ribu pengunjung setiap hari, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi yang mendatangkan berkah bagi ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selama sembilan hari penyelenggaraan, festival yang digelar Petrokimia Gresik di Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma itu mendorong lonjakan omzet pedagang hingga berkali-kali lipat dan berpotensi menciptakan perputaran uang bernilai miliaran rupiah.
Ramainya pengunjung yang mencapai 30 ribu hingga 50 ribu orang setiap hari membuat area festival nyaris tak pernah sepi. Ribuan transaksi terjadi sejak sore hingga malam hari, mulai dari sektor kuliner, aksesori, mainan anak, hingga produk kreatif lainnya.
Bagi para pelaku UMKM, kondisi tersebut menjadi momentum emas untuk mendongkrak penjualan. Banyak tenant mengaku memperoleh omzet yang jauh melampaui hari-hari normal maupun saat mengikuti pameran di lokasi lain.
Salah satunya dirasakan Jajano, UMKM yang menjual aneka kue dan camilan kekinian. Sejak hari pertama PetroNite Fest dibuka, produk yang mereka bawa selalu habis terjual sebelum acara berakhir.
“Belum buka pukul 16.00 WIB, pembeli sudah antre. Dari hari pertama sampai sekarang dagangan kami selalu habis sebelum pameran ditutup. Penjualannya jauh lebih ramai dibandingkan event lain yang kami ikuti,” ujar Riska Indayani, penjaga stan Jajano.
Lonjakan pembeli membuat Jajano harus menambah jumlah karyawan hingga lima orang khusus untuk melayani pengunjung PetroNite Fest. Antrean pembeli yang terus mengular menjadi pemandangan rutin setiap harinya.
Dampaknya terlihat jelas pada omzet penjualan. Dalam sehari, Jajano mampu meraup pendapatan sedikitnya Rp20 juta. Nilai tersebut dua kali lebih tinggi dibandingkan pameran lain yang mereka ikuti dan empat kali lipat dibandingkan omzet gerai hariannya di Gresik.
“PetroNite Fest benar-benar menjadi berkah bagi UMKM. Karena itu kami selalu ikut setiap penyelenggaraannya,” katanya.
Kenaikan omzet yang signifikan juga dirasakan Muhammad Farhan R, penjual mainan asal Gresik. Jika biasanya berjualan di Alun-Alun Gresik hanya menghasilkan sekitar Rp200 ribu per hari, selama mengikuti PetroNite Fest omzetnya melonjak hingga Rp1,5 juta per hari atau meningkat lebih dari tujuh kali lipat.
“Alhamdulillah ramai sekali. Pengunjungnya luar biasa banyak dan sangat membantu pedagang kecil seperti kami,” ujarnya.
Sementara itu, Mang Cecep, pemilik stan kuliner Margoci, mengaku tidak menyangka produk yang baru pertama kali dibawanya ke PetroNite Fest langsung mendapat respons positif dari masyarakat. Bahkan omzet hariannya mampu menembus angka dua digit.
“Ngeri banget ramainya pengunjung. Di luar ekspektasi kami para pelaku usaha. Baru pertama ikut langsung menyala. Semua penjual happy karena pembelinya terus berdatangan,” katanya.
Lonjakan penjualan juga dialami Nur Aini Rahmawati, pemilik stan aksesori Sandy's. Jika biasanya hanya mampu menjual sekitar 10 produk per hari, selama PetroNite Fest jumlah penjualan meningkat lebih dari lima kali lipat.
“Di rumah biasanya laku sekitar 10 pcs. Di sini bisa lebih dari 50 pcs sehari. Dalam lima hari omzet saya sudah mencapai sekitar Rp20 juta,” tuturnya.
Tingginya transaksi yang terjadi selama PetroNite Fest menunjukkan besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan festival tersebut. Tahun ini, PetroNite Fest menghadirkan 670 tenant yang terdiri atas 558 pedagang kaki lima (PKL), 73 stan outdoor VIP, dan 39 stan indoor VIP.
Selain itu, terdapat 12 tenant UMKM binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik yang turut mendapatkan kesempatan memperluas pasar.
Dengan jumlah tenant yang mencapai ratusan serta kunjungan puluhan ribu orang setiap hari, nilai transaksi yang tercipta selama festival diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya saja, PetroNite Fest berhasil mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp10 miliar dengan total kunjungan mencapai 319 ribu orang.
Melihat antusiasme masyarakat yang lebih besar pada tahun ini, capaian tersebut berpeluang terlampaui. PetroNite Fest 2026 pun kembali membuktikan diri bukan hanya sebagai ajang hiburan rakyat, tetapi juga sebagai pengungkit ekonomi lokal yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan dan keberlangsungan usaha ratusan UMKM di Kabupaten Gresik.(frd)
What's Your Reaction?

