Kontes Lele Lamongan 2026, Megilan! Hasil Lelang Tembus Rp45 Juta
Lamongan, (afederasi.com) – Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan bersama Dinas Perikanan setempat menghadirkan momen fantastis. Dalam acara "Kontes Lele Lamongan (KOLELA) 2026 yang digelar di GOR Sport Center Lamongan, pada Minggu (8/3/2026). Harga lelang ikan lele melonjak drastis hingga menyentuh angka puluhan juta rupiah.
Kejutan terjadi saat sesi lelang. Ikan lele juara akhirnya laku terjual dengan harga tertinggi mencapai Rp25 juta, disusul penawaran kedua tertinggi senilai Rp20 juta.
Ketua PWI Kabupaten Lamongan, Kadam Mustoko, menyampaikan bahwa ikan lele memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat setempat. Menurutnya, lele bukan sekadar komoditas perikanan, melainkan sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga di Lamongan, mulai dari sektor budidaya hingga kuliner.
“Lele merupakan salah satu unsur kehidupan masyarakat Lamongan. Dari lele ini dapur kita terus mengepul. Banyak rumah tangga yang menggantungkan kehidupannya dari makanan berbahan lele,” jelas Kadam Mustoko.
Ia menambahkan, keberadaan kuliner pecel lele yang tersebar luas secara nasional telah menjadi identitas yang mengangkat nama daerah. Oleh karena itu, PWI bersama Dinas Perikanan berinisiatif menggelar kontes ini untuk meningkatkan nilai strategis komoditas lele sekaligus mengapresiasi para pembudidaya.
Dalam kompetisi tersebut, gelar Juara I diraih oleh Tony dari Desa Plosowahyu dengan lele raksasa seberat 10,2 kilogram. Juara II diraih Panji dari Desa Sukobendu, Kecamatan Sugio dengan berat 9,75 kilogram, dan Juara III diraih Ihsan dari Kecamatan Mantup dengan berat 7,5 kilogram.
Aditya Pradita, pemilik Duta Merpati yang hadir dalam acara tersebut, turut memberikan apresiasinya. Ia sepakat bahwa lele adalah ikon yang harus dijaga martabatnya.
"Pastinya kita mengapresiasi, lele adalah bagian dari identitas kita. Di mana lele ini sangat akrab di telinga masyarakat dengan Lamongan. Kita di luaran sana ke mana pun pasti tahunya Pecel Lele. Nah, itu menjadi identitas kita dan kita harus mengapresiasi setinggi-tingginya," ujarnya.
Momen puncak lelang dimenangkan oleh Albert, cucu dari pendiri Masjid Namira Lamongan. Dengan penawaran fantastis Rp25 juta, Albert mengaku aksinya merupakan bentuk dukungan untuk menyukseskan acara insan pers tersebut.
"Saya diajarin teknik kalau lagi lelang kayak gini disuruh nakutin yang lain ya, langsung yang banyak (angkanya) kayak gitu. Tapi tadi sudah ada yang 20 juta, langsung 25 saja," ungkap Albert dengan nada santai.
Acara Kontes Lele Lamongan ini ditutup dengan kemeriahan festival penyet lele bersama 100 peserta gabungan dari TP PKK Lamongan, GOW Lamongan, dan DWP Lamongan, yang semakin mempertegas kekayaan kuliner khas Kota Soto tersebut. (yan)
What's Your Reaction?



