Harga Meroket Lima Kali dalam Enam Bulan, Pedagang Daging Sapi di Lamongan Kompak Mogok Jualan

"Pada bulan Juli ini saja, tercatat sudah kelima kalinya harga daging sapi mengalami kenaikan. Sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp110.000 per kilogram, namun sekarang meroket tajam hingga mencapai Rp130.000 per kilogram. Kami sudah kehabisan cara untuk menjualnya ke konsumen," ujar Bagus Budi Raharjo saat ditemui di lokasi pasar.

15 Jul 2026 - 22:45
Harga Meroket Lima Kali dalam Enam Bulan, Pedagang Daging Sapi di Lamongan Kompak Mogok Jualan
Suasana salah satu kios penjual daging sapi di Pasar Tradisional Sidoharjo, Lamongan, Jawa Timur, yang tertutup rapat, Rabu (15/7/2026). Sebanyak 19 pedagang daging sapi di Lamongan Kota menggelar aksi mogok jualan selama tiga hari sebagai bentuk protes atas melonjaknya harga daging yang mencapai Rp130.000 per kilogram. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Gejolak harga pangan kembali mencekik masyarakat dan memukul para pelaku usaha di sektor peternakan. Sebanyak 19 pedagang daging sapi di kawasan Kecamatan Lamongan Kota, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kompak menggelar aksi mogok berjualan mulai hari ini, Rabu (15/7/2026).

Aksi mogok massal ini diambil sebagai bentuk protes sekaligus jalan buntu yang dihadapi para pedagang menyusul melejinya harga daging sapi. Tidak tanggung-tanggung, kenaikan harga tercatat sudah terjadi hingga lima kali hanya dalam kurun waktu enam bulan terakhir di tahun 2026.

Pantauan di lapangan menunjukkan suasana di sejumlah pasar tradisional di Kecamatan Lamongan tampak berbeda dari biasanya. Salah satunya terlihat di Pasar Tradisional Sidoharjo. Deretan kios daging sapi yang biasanya ramai oleh aktivitas jagal dan pembeli, kini tampak kosong melongpong. Pintu-pintu roling door toko tertutup rapat, tanpa ada sepotong daging pun yang bergantung.

Aksi mogok massal ini disepakati oleh Paguyuban Pedagang Daging Sapi dan direncanakan akan berlangsung selama tiga hari ke depan. Langkah drastis ini dipicu oleh keputusan para pedagang sapi hidup dan pihak jagal yang kembali menaikkan harga pasokan sejak Minggu sore kemarin.

Bagus Budi Raharjo, salah satu pedagang daging sapi di Pasar Sidoharjo, mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi ini. Menurutnya, lonjakan harga pada bulan Juli ini sudah tidak masuk akal karena menjadi kenaikan kelima kalinya.

"Pada bulan Juli ini saja, tercatat sudah kelima kalinya harga daging sapi mengalami kenaikan. Sebelumnya harga masih berada di kisaran Rp110.000 per kilogram, namun sekarang meroket tajam hingga mencapai Rp130.000 per kilogram. Kami sudah kehabisan cara untuk menjualnya ke konsumen," ujar Bagus Budi Raharjo saat ditemui di lokasi pasar.

Para pedagang mengeluhkan bahwa lonjakan harga yang terjadi saat ini merupakan siklus terburuk sepanjang tahun 2026. Akibat tingginya harga komoditas daging sapi, daya beli masyarakat menurun drastis. Konsumen dan pelanggan setia kini mulai beralih ke menu alternatif lain yang harganya jauh lebih terjangkau, seperti daging ayam maupun ikan segar.

Melalui aksi mogok ini, paguyuban pedagang berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait segera turun tangan untuk menstabilkan harga sapi hidup di tingkat jagal agar roda perekonomian pasar tradisional bisa kembali normal. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow