Meski Efisiensi, Pemkab Pacitan Tetap Gelontorkan Rp200 Juta Untuk Festival Rontek
Pacitan, (afederasi.com) - Pemerintah Kabupaten Pacitan tetap mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 juta untuk penyelenggaraan Festival Rontek 2026 di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Festival budaya yang dijadwalkan berlangsung pada 17–19 Juli itu tetap digelar karena dinilai penting untuk menjaga peluang Rontek masuk Warisan Budaya Takbenda (WBTb) sekaligus mempertahankan status Karisma Event Nusantara (KEN).
Keputusan tersebut muncul ketika sejumlah sektor pembangunan, termasuk infrastruktur, masih menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disparbudpora Pacitan, Adetiya Wicaksana Putra, mengatakan anggaran pelaksanaan Festival Rontek telah ditetapkan dalam APBD Induk 2026 dengan nilai sekitar Rp200 juta.
Dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan penyelenggaraan, mulai jasa event organizer, konsumsi, hingga sarana dan prasarana.
"Untuk anggaran pelaksanaan Festival Rontek tahun 2026 sudah kita tetapkan di APBD Induk sekitar Rp200 juta yang terbagi dalam beberapa komponen belanja, seperti event organizer, konsumsi, dan sarana prasarana," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan festival tahun ini bukan sekadar agenda hiburan.
Pemerintah daerah harus menjaga kualitas pelaksanaan karena Festival Rontek masih tercatat dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Ia menjelaskan hasil penyelenggaraan tahun ini akan menjadi bahan evaluasi tim kurator Kementerian Pariwisata untuk menentukan apakah Festival Rontek masih layak dipertahankan dalam KEN pada 2027.
"Bagaimana publikasinya, dampak ekonominya, hingga masyarakat tetap menjaga seni budaya Rontek akan menjadi bahan penilaian kurator," katanya.
Selain itu, Pemkab Pacitan juga tengah mengusulkan seni Rontek sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).
Karena itu, pemerintah menilai festival tetap perlu diselenggarakan meski dikemas lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya.
"Harapannya dengan tetap terselenggaranya Festival Rontek tahun ini, masyarakat tetap menjaga seni budaya Rontek dan proses pengusulan sebagai Warisan Budaya Takbenda dapat berjalan," tambahnya.
Festival Rontek 2026 akan diikuti dua kategori peserta. Kategori umum diikuti perwakilan dari 12 kecamatan, sedangkan kategori pelajar terdiri atas perwakilan SMA, SMK, MA, serta SRMA 46.
Selain itu, akan ada penampilan ekshibisi dari pelajar SMP dan festival kostum pelajar hasil kolaborasi dengan Dinas Pendidikan.
Adetiya menambahkan, apabila Festival Rontek kembali lolos sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara pemerintah berharap dampaknya akan meningkatkan promosi daerah, kunjungan wisatawan, hingga berkontribusi terhadap peningkatan PAD. (fer)
What's Your Reaction?

