Moderasi Berbasis Ekoteologi Warnai Hari Kedua MATAMUDA MTs-MA Al Hikam Jombang
Jombang, (afederasi.com) – MTs-MA Al Hikam Jombang kembali menghadirkan inovasi dalam kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) hari kedua dengan mengusung tema "Moderasi Berbasis Ekoteologi". Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah pada Selasa (14/7/2026)
Kegiatan ini di mulai pada pukul 08.00–09.00 WIB ini menghadirkan dialog lintas iman bertajuk "Menanam Pohon dan Menjaga Alam Semesta Melalui Nilai-Nilai Kitab Suci Lintas Iman".
MATAMUDA 2026 yang digelar secara bertahap ini memang dirancang untuk membentuk karakter siswa yang moderat, toleran, dan peduli lingkungan.
Tema ekoteologi dipilih sebagai respon terhadap krisis iklim global sekaligus wujud nyata penguatan moderasi beragama di kalangan generasi muda.
Dialog Lintas Iman Hadirkan Empat Tokoh Agama
Kegiatan dialog kali ini menghadirkan narasumber dari berbagai agama sebagai wujud nyata penguatan nilai toleransi dan kolaborasi dalam menjaga kelestarian bumi. Empat tokoh yang hadir sebagai pembicara adalah:
1. Hj. Maftuhah Mustiqowati, S.Ag., M.Pd – Kepala Madrasah Al Hikam Jombang sekaligus tokoh Islam
2. Pendeta Diah Nooraini – dari GKI Jombang (Kristen)
3. Jiosheng Nanik Indrawati – dari Klenteng Gudo (Konghucu)
4.Pinandita Juwadi – tokoh Hindu
Kehadiran para tokoh lintas iman ini menjadi bukti komitmen Al Hikam dalam mengimplementasikan nilai-nilai moderasi beragama melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Pesan Universal: Bumi adalah Amanah Bersama
Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab sosial, tetapi juga merupakan panggilan moral dan spiritual yang diajarkan dalam setiap agama.
Melalui nilai-nilai kitab suci, seluruh umat diajak membangun kesadaran bahwa bumi adalah amanah yang harus dijaga bersama untuk generasi mendatang.
Hj. Maftuhah Mustiqowati, S.Ag., M.Pd, Kepala Madrasah Al Hikam Jombang, menyampaikan bahwa pendidikan moderasi beragama perlu diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kehidupan sehari-hari.
Salah satunya adalah menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan hidup melalui gerakan menanam pohon, mengurangi sampah, serta membangun budaya hidup bersih dan lestari.
"Kecintaan kepada Allah harus tercermin dalam kepedulian terhadap ciptaan-Nya. Menjaga alam merupakan bagian dari ibadah sekaligus bentuk tanggung jawab kita sebagai khalifah di muka bumi," ujarnya di hadapan para peserta didik baru.
Sementara itu, Pendeta Diah Nooraini dari GKI Jombang menyampaikan bahwa dalam ajaran Kristen, manusia dipanggil untuk menjadi penatalayan yang baik atas seluruh ciptaan Tuhan.
"Bumi bukan milik kita, kita hanya meminjamnya dari anak cucu kita. Menjaga lingkungan adalah wujud kasih kepada sesama makhluk," tuturnya.
Jiosheng Nanik Indrawati dari Klenteng Gudo menambahkan bahwa dalam ajaran Konghucu, harmoni dengan alam merupakan bagian penting dari kebijaksanaan hidup.
Sedangkan Pinandita Juwadi menekankan konsep Tri Hita Karana dalam ajaran Hindu yang mengajarkan keseimbangan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam.
Komitmen Madrasah Berwawasan Lingkungan
Kegiatan ini sekaligus memperkuat komitmen MTs-MA Al Hikam Jombang sebagai madrasah yang mengintegrasikan pendidikan karakter, moderasi beragama, dan budaya peduli lingkungan.
Selama ini, Al Hikam dikenal aktif mengembangkan program Adiwiyata dan pendidikan ekologi sebagai bagian dari pembelajaran intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
Beberapa program unggulan yang telah dijalankan antara lain bank sampah, penghijauan kampus, dan mata pelajaran berbasis lingkungan. Melalui MATAMUDA 2026, siswa baru diperkenalkan secara langsung dengan berbagai program tersebut.
Generasi Madrasah yang Religius, Moderat, dan Berwawasan Lingkungan
Melalui dialog lintas iman ini, para peserta didik diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas tentang pentingnya menghargai keberagaman sekaligus menyadari bahwa seluruh agama memiliki pesan universal untuk merawat bumi.
Semangat kebersamaan dalam menjaga alam menjadi fondasi lahirnya generasi madrasah yang religius, moderat, dan berwawasan lingkungan.
Kegiatan MATAMUDA hari kedua ini juga diisi dengan praktik menanam pohon bersama yang dilakukan oleh seluruh peserta didik baru didampingi para tokoh agama dan guru.
Bibit pohon yang ditanam berupa tanaman produktif dan pelindung yang nantinya akan tumbuh menjadi investasi hijau bagi madrasah dan lingkungan sekitar.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MTs-MA Al Hikam Jombang kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga menjadi pelopor dalam penguatan moderasi beragama dan gerakan pelestarian lingkungan di Kabupaten Jombang. (san)
What's Your Reaction?

