Jombang Siaga Darurat Kekeringan, Disnak Minta Segera Laporkan ke Puskeswan Jika ada Gejala
Jombang, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten Jombang resmi menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Tahun 2026 sebagai langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau ekstrem yang diprediksi terjadi lebih cepat pada Agustus mendatang.
Dinas Peternakan (Disnak) pun mengeluarkan imbauan serius bagi para peternak untuk mewaspadai ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta segera melapor ke Puskeswan terdekat jika menemukan gejala penyakit pada ternak.
Keputusan penetapan status siaga darurat ini tertuang dalam Keputusan Bupati Jombang Nomor: 100.3.3.2/207/415.46/415.10.1.3/2026. Sebagai tindak lanjut, Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang, Agus Purnomo, S.H., M.Si., atas nama Bupati, menandatangani secara elektronik Surat Edaran (SE) Nomor 100.3.4.2/4353/415.10/2026 tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau.
Langkah antisipatif ini diambil sebagai respons atas prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut puncak musim kemarau ekstrem akan melanda sebagian besar Pulau Jawa pada Agustus 2026 dengan curah hujan di bawah normal.
Bupati Jombang, Warsubi, S.H., M.Si., menegaskan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan di seluruh jajaran instansi untuk mengantisipasi dampak kemarau.
"Sehubungan dengan hal tersebut seluruh OPD terkait Saya minta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi musim kemarau sehingga penanganan bencana dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, cermat dan terintegrasi," tegas Bupati Warsubi.
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta aktif menyebarluaskan informasi potensi bencana kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan warga.
Menyikapi kondisi cuaca ekstrem ini, Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Jombang mengeluarkan imbauan serius kepada para peternak di wilayahnya. Kepala Disnak Jombang, Drs. Mochamad Saleh, M.Si, meminta peternak untuk selalu waspada karena cuaca ekstrem dapat berpengaruh signifikan pada kondisi lingkungan dan kesehatan ternak.
"Kami menghimbau kepada para peternak agar lebih waspada dalam menghadapi cuaca ekstrem, karena dapat berpengaruh pada kondisi lingkungan dan hewan tersebut," terang Moch saleh kepada media afederasi.com, Selasa (14/07/2026)
Moch Saleh menyoroti bahwa fluktuasi cuaca, baik panas terik maupun kelembapan tinggi, sangat berpengaruh pada kondisi lingkungan dan kesehatan ternak.
" Ditahun 2026 ini,Dinas Peternakan Kabupaten Jombang untuk kasus PMK (penyakit mulut dan kuku) sudah zero kasus dan harus dipertahankan jagan sampai terjadi penyebaran. Maka dari itu perlu diwaspadai penyakit - penyakit hewan lainya terkait dengan cuaca panas yang ekstrem ini, " terangnya.
4 Langkah Antisipasi yang Direkomendasikan Disnak Jombang
Beberapa langkah antisipasi yang direkomendasikan Disnak Jombang antara lain:
1. Menjaga Sanitasi dan Higienisasi Kandang – Lingkungan kandang yang bersih sangat krusial untuk mencegah berkembangnya penyakit. Peternak diminta rutin membersihkan kandang dan memastikan drainase berjalan lancar untuk menghindari genangan air.
2. Mewaspadai Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Cuaca lembap dan basah meningkatkan risiko penularan PMK. Disnak Jombang telah menerima tambahan 18.000 dosis vaksin PMK yang akan disalurkan secara bertahap mulai Februari 2026.
3. Mengelola Pakan dan Air Minum – Pastikan pakan disimpan di tempat kering dan tertutup untuk menghindari jamur. Sumber air minum ternak juga harus dijaga kebersihannya.
4. Mengoptimalkan Ventilasi Kandang – Untuk kandang tertutup (closed house), pastikan sistem ventilasi bekerja optimal guna mencegah heat stress pada ternak akibat suhu panas.
Imbauan utama Disnak Jombang adalah agar peternak tidak menunda pelaporan jika menemukan gejala penyakit pada ternaknya. Penanganan cepat menjadi kunci agar penularan tidak meluas.
Moch Saleh meminta peternak untuk segera mengisolasi hewan yang menunjukkan gejala awal seperti:
1. Demam
2. Lepuh di mulut atau kuku
3. Liur berlebihan (hipersalivasi)
4. Pincang atau sulit berjalan
"Jika ada tanda-tanda penyakit sekecil apa pun, segera laporkan. Penanganan cepat menjadi kunci agar penularan tidak meluas," ujar Saleh.
Saleh mengatakan untuk memudahkan peternak melapor dan mendapatkan penanganan, Disnak Jombang mengerahkan seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan mengaktifkan posko pengendalian PMK selama 24 jam. Peternak dapat menghubungi Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) terdekat di wilayahnya:
1 Puskeswan Ploso
2 Puskeswan Ngoro
3 Puskeswan Mojoagung
4 Puskeswan Jombang
5 Puskeswan Diwek
Disnak Jombang menekankan bahwa pencegahan tidak hanya bergantung pada vaksin, tetapi juga pada kedisiplinan peternak dalam menjaga kebersihan kandang, pengaturan drainase, serta pembatasan lalu lintas orang dan hewan.
Dengan langkah antisipasi yang tepat dan kolaborasi yang baik antara pemerintah, peternak, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan potensi kerugian ekonomi dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem tahun 2026 dapat diminimalisir.(san)
What's Your Reaction?

