Dampak Ketegangan Timur Tengah, Pertemuan Tata Kelola Internet Global ICANN Dialihkan ke Bali

10 Jun 2026 - 23:57
Dampak Ketegangan Timur Tengah, Pertemuan Tata Kelola Internet Global ICANN Dialihkan ke Bali
VP ICANN Asia Pacific, Samiran Gupta menerima delegasi Indonesia yang dipimpin Prof Hammam Riza (Pandi) dan Direktur Pengawasan Komdigi, Teguh Arifiyanto dan pengurus Pandi lainnya saat foto bersama di sela-sela pergelaran ICANN86 di Seville, Andalusia, Spanyol, pada Selasa (9/6/2026). (Foto: Istimewa)

Sevile, (afederasi.com) – Eskalasi konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara Teluk mulai berdampak signifikan pada agenda internasional. 

Salah satunya adalah pemindahan lokasi penyelenggaraan pertemuan tahunan penting tata kelola internet global yang diprakarsai oleh Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN).

ICANN secara resmi memindahkan gelaran ICANN87 Annual General Meeting (AGM) dari Muscat, Oman, ke Nusa Dua, Bali, Indonesia. Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada 17–22 Oktober 2026 ini dipindahkan demi menjaga keamanan dan kenyamanan para partisipan di tengah memanasnya situasi Timur Tengah.

Ery Punta Hendraswara, sekretaris Pandi menyampaikan paparan tentang abuse DNS (domain name services) di aidang ICANN)

Keputusan Resmi Diumumkan di Sela ICANN86 Spanyol

Kepastian penunjukan Bali sebagai tuan rumah pengganti disepakati dalam pertemuan tertutup antara pejabat ICANN dan delegasi Indonesia di sela-sela perhelatan ICANN86 di Seville, Andalusia, Spanyol, pada Selasa (9/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, tim ICANN dipimpin langsung oleh Vice President ICANN Samiran Gupta, didampingi Stakeholder Engagement Manager Asia Pasifik Athena Foo dan Maya.

Sementara itu, delegasi Indonesia dipimpin oleh Ketua Dewan Pengawas Pengelola Nama Domain Indonesia (PANDI) Prof. Hammam Riza, Direktur Pengawasan Direktorat Pengawasan Ruang Digital (Wasdig) Kemenkomdigi Teguh Arifiyadi, serta Ketua PANDI Isnawan Aslam.

(Direktur Pengawasan Komdigi Teguh Arifiyanto dan Ketua Delegasi dan Dewan Pengawas PANDI Prof. Hammam Riza)

“Kami meminta kepada PANDI, khususnya di bawah kepengurusan yang baru, untuk segera bersiap dan bekerja sama dengan ICANN demi menyukseskan ICANN87 di Bali,” ujar Samiran Gupta.

Permintaan tersebut langsung disambut positif oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). “Kementerian Komunikasi dan Digital menyambut baik dan mengapresiasi kepercayaan internasional ini. Penunjukan ini merupakan bentuk kepercayaan tinggi dari komunitas internasional terhadap Indonesia. Kementerian Komdigi bersama PANDI sebagai co-host siap menyukseskan agenda besar ini,” tegas Teguh Arifiyadi.

Bali Dinilai Kondusif untuk Forum Multistakeholder Global

Ketua Dewan Pengawas PANDI, Hammam Riza, menegaskan kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah lokal (local host). Meskipun waktu persiapan yang tersisa sekitar empat bulan terhitung singkat, ia optimis agenda ini dapat berjalan lancar.

“Bersama pengurus baru PANDI dan dengan dukungan penuh dari Komdigi, kami akan bahu-membahu menyukseskan pertemuan internet global ICANN87 Bali secara paripurna,” tutur Hammam.

(Delegasi Indonesia siap sambut peserta ICANN87 AGM Meeting di Bali, di Bulan Oktober 2026)

Hal senada diungkapkan oleh Ashwin Sasongko Sastrosubroto, perwakilan Indonesia di Governmental Advisory Committee (GAC) ICANN. Mantan Dirjen Komdigi yang kini aktif di BRIN tersebut menjelaskan bahwa AGM merupakan pertemuan tahunan paling krusial di ICANN karena mengusung konsep multistakeholder.

“Ini adalah kesempatan bagi semua pihak untuk menyampaikan berbagai dinamika, mulai dari perkenalan hingga problem teknologi internet yang dihadapi. Salah satu agenda terpenting adalah Open Forum, di mana Board of Directors (BOD) ICANN akan mendengar langsung masukan dari para pemangku kepentingan IT global,” jelas Ashwin.

ICANN87 Bali: Pertemuan Penting Infrastruktur Internet Dunia

Sebagai informasi, AGM ICANN merupakan forum akbar tahunan organisasi nirlaba global tersebut yang berfungsi mengatur sistem penamaan domain (DNS) dan pengalokasian alamat IP—dua pilar utama infrastruktur internet dunia.

Pertemuan di Bali mendatang diperkirakan akan dihadiri oleh sedikitnya 1.500 peserta yang merupakan delegasi dari 150 negara. Di sela pertemuan tersebut, delegasi Indonesia juga secara resmi memperkenalkan jajaran kepengurusan baru PANDI yang telah disahkan oleh Dirjen AHU Kementerian Hukum.

Kepengurusan baru tersebut dipimpin oleh Isnawan Aslam (Ketua), didampingi oleh Ery Punta Hendraswara (Sekretaris), dan Andi Mohammad Natsir Amal.

Dengan dialihkannya lokasi ini, Bali kembali menunjukkan dirinya sebagai destinasi kelas dunia yang aman dan layak menggelar konferensi internasional berskala besar di tengah dinamika geopolitik global. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow