Spanduk KKN Mahasiswa Untag Surabaya di Gresik Viral, Dikira Buka Warung Penyetan

"Enggak salah mbah-nya, masih awas dan masih jelas berarti penglihatan beliau,” tulis salah satu warganet.

25 Jul 2026 - 07:30
Spanduk KKN Mahasiswa Untag Surabaya di Gresik Viral, Dikira Buka Warung Penyetan
Spanduk dengan gambar foto 35 mahasiswa yang dipadukan dengan aneka lauk viral di medsos karena sempat membuat ibu lansia salah kira karena mirip kain penutup warung penyetan (Tangkapan Layar/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Spanduk kreatif mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya saat menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Asempapak, Kecamatan Sidayu, Gresik, viral di media sosial.

Bukan tanpa alasan. Spanduk tersebut membuat seorang perempuan lanjut usia (lansia) warga setempat sempat mengira mahasiswa membuka warung makan penyetan.

Dalam video berdurasi sekitar 30 detik yang beredar, spanduk tersebut memang tampak menyerupai kain penutup warung penyetan yang banyak dijumpai di Gresik dan sekitarnya.

Spanduk itu menampilkan foto para mahasiswa KKN yang dipadukan dengan gambar berbagai lauk makanan, lengkap dengan desain yang sekilas menyerupai tampilan warung penyetan.

Video tersebut kemudian mengundang beragam komentar warganet. Banyak yang justru menganggap lansia tersebut tidak salah karena desain spanduk memang dibuat terlalu mirip dengan warung makan.

“Enggak salah mbah-nya, masih awas dan masih jelas berarti penglihatan beliau,” tulis salah satu warganet.

“Ya lagian buat spanduknya terlalu kreatif banget,” komentar warganet lainnya.

Kepala Desa Asempapak Abdul Qodir membenarkan bahwa mahasiswa Untag Surabaya sempat melaksanakan kegiatan KKN di wilayahnya.

Sebanyak 35 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 15 mahasiswa laki-laki dan 20 mahasiswa perempuan. Mereka berada di Desa Asempapak selama sekitar dua pekan dan mengakhiri kegiatan pada 7 Juli 2026.

“Kemarin memang ada mahasiswa dari Untag yang KKN di sini. Dua minggu KKN di sini, terakhir tanggal 7 kemarin,” ujar Abdul Qodir, Jum'at (24/07/2026).

Selama KKN, mahasiswa menempati dua rumah dan Polindes yang dijadikan sebagai posko. Spanduk unik tersebut dipasang di Polindes.

Lokasi spanduk yang berada tidak jauh dari rumah warga menjadi penyebab seorang lansia sempat mengira tempat tersebut merupakan warung penyetan.

“Saya juga baru tahu video itu kemarin, diberi tahu teman-teman setelah mahasiswa selesai KKN. Lucu juga melihatnya,” kata Abdul Qodir.

“Orang sini biasa memanggilnya Mak Ja. Rumahnya tidak jauh dari Polindes dan rumah yang dikontrak mahasiswa. Mungkin dikira juga buka warung penyetan,” imbuhnya.

Selain membuat spanduk unik, mahasiswa Untag Surabaya juga melaksanakan sejumlah kegiatan pengabdian masyarakat selama berada di Desa Asempapak.

Di antaranya pemasangan nomor rumah warga, pemasangan CCTV, sosialisasi pemanfaatan kecerdasan buatan atau AI, serta pengolahan sampah.

Abdul Qodir menambahkan, Desa Asempapak cukup sering menjadi lokasi kegiatan KKN mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

“Kadang dari Unair, kadang UISI. Dalam setahun bisa sampai tiga kali KKN,” tuturnya.

Sementara itu, video tersebut hingga berita ini ditulis telah ditonton dan mendapat respons besar dari warganet. Video yang diunggah akun @Audio asli melalui akun Instagram @jawatimurpopuler tersebut telah disukai sekitar 124ribu pengguna dan mendapat 4.034 komentar.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow