Kampung Kerapu Lamongan Terapkan Teknologi IoT dan Aerator Venjet
"Perikanan Lamongan harus terus berkembang melalui modernisasi. Pemanfaatan teknologi ini menjadi perhatian kami agar produktivitas meningkat, budidaya semakin efisien, dan kesejahteraan pembudidaya ikut terangkat," tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.
Lamongan, (afederasi.com) – Memasuki hari ke-49 sejak dinyatakan hilang kontak, keberadaan Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok beserta 18 Anak Buah Kapal (ABK) asal Lamongan masih belum menemui titik terang. Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi turun langsung menyambangi dan memberikan dukungan moril serta material kepada keluarga korban di Labuhan, Kecamatan Brondong, Rabu (22/7/2026).
Diketahui, KMN Entok bertolak melaut sejak 3 Juni lalu. Upaya penyisiran dan pencarian hingga kini terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan yang melintasi area Perairan Sulawesi, Madura, hingga Kepulauan Kangean.
Dalam silaturahmi tersebut, Bupati yang akrab disapa Pak Yes menyerahkan bantuan logistik sembako dan uang tunai kepada 18 keluarga ABK. Bantuan ini merupakan bentuk kolaborasi lintas instansi, melibatkan Dinas Sosial, BPBD, Baznas, hingga Korpri Kabupaten Lamongan untuk membantu menyokong kebutuhan sehari-hari keluarga korban.
"Pemerintah Kabupaten Lamongan turut prihatin yang mendalam atas kejadian hilang kontak ABK KMN Entok ini. Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari," tutur Pak Yes saat menyerahkan bantuan.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus memantau perkembangan pencarian para korban.
"Upaya pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan. Kita semua berdoa dan berharap para korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," ujarnya.
Tidak hanya bantuan darurat, Pemkab Lamongan juga memastikan keberlanjutan jaminan perlindungan sosial dan masa depan keluarga yang ditinggalkan. Salah satunya melalui percepatan perluasan jaminan perlindungan kerja. Saat ini, tercatat sekitar 24 ribu nelayan di Lamongan telah terdaftar dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan guna memitigasi risiko kerja.
Khusus untuk anak-anak ABK KMN Entok, Pemkab Lamongan menjamin keberlangsungan pendidikan mereka agar tidak terputus akibat musibah ini melalui Program Beasiswa Perintis.
"Kami ingin memastikan anak-anak korban tetap bisa melanjutkan sekolahnya. Pendidikan mereka dijamin melalui Program Beasiswa Perintis agar masa depan mereka tetap terjaga," tegasnya.
Pak Yes juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh unsur tim gabungan, aparat, serta relawan yang tanpa lelah terus berjuang melakukan operasi pencarian di tengah lautan.
Sementara itu, Ketua Rukun Nelayan Blimbing, Nur Wahid, yang mewakili keluarga korban, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian cepat dan nyata dari Pemkab Lamongan.
"Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Pak Bupati dan jajaran Pemkab Lamongan. Pendampingan ini sangat berarti bagi keluarga yang sedang berduka dan cemas," kata Nur Wahid.
Ia berharap Pemkab Lamongan terus melakukan pendampingan berkelanjutan baik bantuan sosial, jaminan perlindungan, hingga beasiswa anak serta terus berkoordinasi erat dengan pihak SAR dan instansi terkait selama proses pencarian berlangsung. (yan)
What's Your Reaction?

