Gandeng Desainer Ternama, Persela Lamongan dan Octagon Rilis Training Kit Baru
""Hari ini kami dari Persela Lamongan merilis apparel yang kita inisiasi dan kita bangun sendiri. Seperti kita tahu, dari tahun 2020 kita sudah mulai, dan hari ini kita angkat kembali dengan merek Octagon," ujar Pradita Aditya saat memberikan keterangan kepada awak media.
Lamongan, (afederasi.com) – Persela Lamongan menunjukkan langkah serius dalam memperkuat ekosistem bisnis dan kemandirian klub menyongsong musim baru. Klub kebanggaan warga Kota Soto ini secara resmi menghidupkan kembali apparel mandiri mereka yang diberi nama Octagon, ditandai dengan peluncuran jersey latihan teranyar di Stadion Surajaya. Minggu, (19/7/2026) sore.
Inisiatif memproduksi apparel sendiri ini sebenarnya telah dirintis manajemen Laskar Joko Tingkir sejak tahun 2020 lalu. Sempat tertunda, komitmen ini kini kembali ditegaskan dengan manajemen yang lebih matang, investasi lebih besar, serta penanganan yang jauh lebih profesional.
Direktur Bisnis Persela Lamongan, Pradita Aditya, mengungkapkan bahwa kembalinya Octagon menjadi penanda keseriusan klub dalam menggarap potensi merchandise resmi demi menopang finansial tim.
"Hari ini kami dari Persela Lamongan merilis apparel yang kita inisiasi dan kita bangun sendiri. Seperti kita tahu, dari tahun 2020 kita sudah mulai, dan hari ini kita angkat kembali dengan merek Octagon," ujar Pradita Aditya saat memberikan keterangan kepada awak media.
Adit sapaan akrabnya menjelaskan bahwa untuk tahap awal ini, manajemen baru memamerkan dan memasarkan varian jersey latihan (training kit). Sementara untuk seragam tempur utama atau jersey pertandingan resmi, suporter setia Persela masih harus sedikit bersabar.
"Yang ada sekarang ini, apparel ini dipakai untuk jersey latihan. Untuk jersey utamanya, maybe (mungkin) di akhir Agustus kita sudah rilis," tambahnya.
Belajar dari pengalaman musim-musim sebelumnya di mana klub sering kali kelabakan memenuhi tingginya animo pembeli, manajemen Persela kali ini melakukan perbaikan masif pada rantai produksi. Octagon dipastikan tidak akan membiarkan suporter kecewa akibat kehabisan stok di saat tim sedang dalam performa terbaiknya.
"Pastinya kami menyiapkan produk yang kalau dulu biasanya tidak sampai 10.000 hingga 15.000 item ready, kami sekarang ekspektasi segitu. Supaya ketika nanti di winning time atau di peak-nya (puncak performa tim), kita tidak ada kosong-kosong lagi. Karena ini yang sering terjadi kemarin-kemarin. Ketika kita at the moment mendapatkan momentum itu, winning time dapat, tapi barang tidak ada atau kosong. Ini yang kita hindari, jadi kita investasi di situ," urai Adit panjang lebar.
Keseriusan manajemen tidak hanya berhenti pada kuantitas stok, melainkan juga kualitas estetika produk. Demi memberikan yang terbaik bagi LA Mania dan Curva Boys, Persela rela merogoh kocek cukup dalam untuk menyewa jasa desainer profesional.
"Di Octagon ini kami menyiapkan dari desainer-desainer yang memang proper. Kita kasih expertise, kita profesional, biaya (investasinya) juga cukup lumayan lah untuk biaya profesionalnya," pungkas Adit. (yan)
What's Your Reaction?

