Harga Gabah di Lamongan Capai Rp 8.200 per Kilogram, Petani Sumringah

"Alhamdulillah, panen kedua tahun ini benar-benar membawa berkah. Sekarang gabah dari sawah langsung ditebas oleh tengkulak dengan harga mencapai Rp 8.200 per kilogram," kata Nasri saat ditemui saat menjemur gabah, Senin (20/7/2026) siang.

20 Jul 2026 - 15:45
Harga Gabah di Lamongan Capai Rp 8.200 per Kilogram, Petani Sumringah
Petani saat menjemur gabah hasil panen musim kedua (MT II) di kawasan Desa Tambakrigadung, Lamongan, Senin (20/7/2026). Memasuki masa panen kali ini, harga gabah di tingkat petani Lamongan mencapai Rp 8.200 per kilogram. (Iyan Farikh/federasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengalami kenaikan signifikan pada masa panen kedua (MT II) tahun ini. Saat ini, harga gabah di pasaran telah menembus angka Rp 8.200 per kilogram.

Lonjakan harga ini menjadi rekor tertinggi dibanding musim panen sebelumnya. Angka tersebut juga berada jauh di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram. Senin, (20/7/2026).

Salah seorang petani di Desa Tambakrigadung, Kecamatan Tikung, Nasri, membenarkan bahwa transaksi jual beli gabah di tingkat bawah saat ini memang sedang melambung tinggi.

"Alhamdulillah, panen kedua tahun ini benar-benar membawa berkah. Sekarang gabah dari sawah langsung ditebas oleh tengkulak dengan harga mencapai Rp 8.200 per kilogram," kata Nasri saat ditemui saat menjemur gabah, Senin (20/7/2026) siang.

Menurut Nasri, tingginya harga gabah dipicu oleh kualitas bulir padi pada musim ini dinilai sangat baik karena minimnya serangan hama dan didukung cuaca yang stabil selama masa tanam.

"Cuacanya sangat mendukung, Mas. Pengairan juga lancar kemarin, jadi padinya berisi padat, tidak kopong. Makanya tengkulak berani ambil mahal. Dengan harga Rp 8.200 per kilo ini, modal operasional seperti biaya mesin rontok (combine harvester) kemarin bisa tertutup, dan kami masih bisa mengantongi untung bersih yang lumayan," jelasnya.

Petani berharap pemerintah daerah tetap menjaga stabilitas harga ini hingga musim tanam berikutnya, serta memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di lapangan tetap aman.

"Harapan kami ya harga seperti ini bisa stabil terus. Jangan sampai pas nanti kami mulai tanam lagi, harga gabah malah anjlok. Pemerintah juga kalau bisa terus bantu mengawal ketersediaan pupuk di tingkat bawah," pungkasnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow