Pentas Monolog Pelajar Jombang 2026 Mengguncang Gedung Kesenian
Jombang, (afederasi.com) – Suasana Gedung Kesenian Jombang berubah menjadi panggung ekspresi dan refleksi pada Jumat malam (17/07/2026).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menggelar Parade Monolog Remaja 2026, sebuah pentas istimewa yang menampilkan 9 pementasan dari 10 besar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMA, MA, dan SMK se-Kabupaten Jombang.
Gelaran ini bukan sekadar pertunjukan, melainkan wadah bagi generasi muda untuk menyuarakan ide dan kepedulian mereka melalui seni peran yang sarat makna.
Sebelum pementasan dimulai, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan kepada sekolah-sekolah yang siswanya tampil pada malam itu.
Apresiasi ini merupakan bentuk pengakuan atas prestasi dan dedikasi mereka dalam bidang seni, sejalan dengan komitmen dinas untuk terus memfasilitasi pengembangan bakat peserta didik.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Dra. Wor Windari, M.Si., menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari program prioritas bidang kebudayaan yakni seni tradisional.
"Melalui parade monolog ini, kita memberikan ruang bagi generasi muda kita untuk mengekspresikan ide serta gagasan dan kepedulian mereka melalui seni monolog yang sarat makna," ujar Wor Windari.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya pelestarian budaya dan pengembangan karakter siswa.
Deretan Penampilan Monolog Penuh Inspirasi
Malam itu, sembilan penampilan monolog dipentaskan dengan tema yang beragam, mulai dari isu lingkungan, kebudayaan, hingga nilai-nilai kemanusiaan. Berikut daftar lengkap peserta dan judul penampilan mereka:
1. SMAN 2 Jombang – Prandnya Vidya Zeerlinda Inez dengan judul "Yang Harus Dihidupkan"
2. MAN 1 Jombang – Nurasyifa Nabila Anwar dengan judul "Kesaksian Akar Menuding Langit"
3. SMK Negeri Mojoagung – Tiara Ayudia Salsabila dengan judul "Selimut Pegunungan Kendeng"
4.SMA Darul Ulum 1 Peterongan – Zahra Clarissa Ramdhani dengan judul "Sunara"
5. SMK Negeri Mojoagung – Dyah Ayu Firdasari dengan judul "Antaboga Selawean"
6. SMA Negeri Ngoro – Khairani Echa Al Fahira dengan judul "Suara yang Hampir Hilang"
7. SMA Negeri 3 Jombang – Keyza Nabila dengan judul "Gurem"
8. SMA Trensains Tebu Ireng – Naura Syifa Araminta dengan judul "Pilah"
9. SMK Unggulan NU Mojoagung – Ahmad Dani Chusaini dengan judul "Benih Dimasak di Jeruji"
Wor Windari menekankan bahwa kesembilan ide penampilan tersebut mencerminkan kekayaan tema yang diangkat para pelajar. Mulai dari isu lingkungan, kebudayaan, hingga nilai-nilai kemanusiaan.
"Ini membuktikan bahwa generasi muda Jombang tidak hanya kreatif, tetapi juga peka terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya," terangnya.
FLS3N sendiri merupakan agenda tahunan yang digelar untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta karakter peserta didik di bidang seni dan budaya.
Ajang ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide, imajinasi, dan kemampuan artistik mereka. Prestasi di bidang seni ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah-sekolah di Jombang, sebagaimana terlihat dari berbagai capaian di ajang serupa .
Menutup sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras para peserta, guru pembina, serta seluruh panitia yang telah mempersiapkan acara ini sejak beberapa waktu lalu.
"Semoga kegiatan ini menjadi pembinaan karakter, pengembangan tata seni, serta pelestarian kesenian tradisional di Kabupaten Jombang," pungkasnya.
Acara ini dihadiri oleh Drs. Purwanto, M.KP., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang; Syaiful Anwar, S.T., M.E., Asisten Administrasi Umum Setdakab Jombang; Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Dra. Wor Windari, M.Si; Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang; Kemenag Jombang; OPD terkait; penggiat seni dan budaya; para kepala sekolah; serta tamu undangan .
Parade Monolog ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda Jombang untuk terus berkarya dan melestarikan budaya bangsa di tengah arus perkembangan digital dan globalisasi.
Semangat ini tercermin dari berbagai program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang konsisten mendorong pelestarian budaya sekaligus pengembangan kreativitas siswa .(san)
What's Your Reaction?

