Lamongan Carnival Fashion Fest 2026 Megah dan Memukau, Sukses Buka Ruang Baru Ekonomi Kreatif Pemuda
"Lamongan Carnival Fashion Fest Competition ini saya harap dapat menjadi wadah nyata untuk menunjukkan potensi, inovasi, dan kepercayaan diri generasi muda kita dalam menghadapi persaingan global. Kita harus mampu menonjolkan karakter autentik dan keunikan lokal Lamongan dalam balutan karya modern yang inovatif," imbuh Sekda Nalikan penuh optimisme.
Lamongan, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan secara resmi meluncurkan ajang inovatif bertajuk Lamongan Carnival Fashion Fest Competition 2026 Season III yang digelar perdana di Lamongan Sport Center (LSC), Jumat (12/6/2026) malam. Langkah strategis ini diambil sebagai komitmen nyata daerah dalam memacu pertumbuhan sektor ekonomi kreatif (ekraf) berbasis kearifan lokal sekaligus mewadahi kreativitas generasi muda di Jawa Timur.
Kemegahan acara ini terlihat dari antusiasme para desainer dan konseptor karnaval yang menampilkan mahakarya busana berukuran masif dengan perpaduan warna yang memikat mata. Membuka acara secara resmi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lamongan, Nalikan, menegaskan bahwa arah kebijakan pembangunan Kabupaten Lamongan kini berjalan selaras dan seimbang antara fisik dan non-fikis.
"Pembangunan di Kabupaten Lamongan tidak hanya melulu berfokus pada infrastruktur fisik seperti jalan atau gedung, melainkan juga menaruh perhatian yang sangat besar pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan penguatan ekonomi kreatif. Event malam ini adalah buktinya," ujar Nalikan saat memberikan sambutan hangat di hadapan ratusan pasang mata yang memadati lokasi.
Di era disrupsi global yang bergerak sangat dinamis, Nalikan mengingatkan bahwa sebuah daerah tidak boleh sekadar menjadi pengikut arus atau trend follower. Melalui panggung busana karnaval ini, identitas, seni, dan budaya khas Lamongan diharapkan mampu bertransformasi menjadi produk industri modern yang bernilai ekonomis tinggi.
"Lamongan Carnival Fashion Fest Competition ini saya harap dapat menjadi wadah nyata untuk menunjukkan potensi, inovasi, dan kepercayaan diri generasi muda kita dalam menghadapi persaingan global. Kita harus mampu menonjolkan karakter autentik dan keunikan lokal Lamongan dalam balutan karya modern yang inovatif," imbuh Sekda Nalikan penuh optimisme.
Geliat sektor ekonomi kreatif terbukti menjadi salah satu pilar krusial yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Lamongan, pembukaan lapangan kerja baru, hingga peningkatan daya saing daerah. Upaya Pemkab Lamongan dalam merawat ekosistem ekraf di berbagai lini seperti fesyen, kriya, kuliner, dan seni pertunjukan mulai membuahkan hasil nyata yang tecermin pada data makroekonomi daerah.
Berdasarkan data statistik terbaru, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan pada tahun 2025 sukses meroket di angka 5,40 persen. Angka ini mencatatkan kenaikan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024 yang berada di angka 4,81 persen.
"Sinyal pertumbuhan ini menunjukkan bahwa fondasi perekonomian Lamongan semakin kokoh. Sektor industri kreatif dan UMKM yang kian bergeliat terbukti menjadi salah satu motor penggerak utama di balik lompatan angka pertumbuhan ekonomi kita," jelasnya.
Sebagai gelaran perdana, kompetisi fashion karnaval ini langsung menyedot perhatian luas. Sebanyak 29 peserta tangguh dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur turut ambil bagian, di antaranya dari Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, hingga Malang.
Di atas runway, para model karnaval adu anggun dan kreativitas menampilkan rancangan kostum berskala besar yang rumit namun sarat makna filosofis. Tim dewan juri profesional melakukan penilaian secara ketat dengan menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni tata rias (make up), keselarasan gerak (koreografi), serta kekuatan konsep dan detail rancangan (desain kostum).
Setelah melalui proses kurasi dan penilaian yang sengit, dewan juri menetapkan nomor peserta 06 sebagai peraih Juara 1 dengan hadiah utama sebesar Rp3.000.000. Keberhasilan ini menjadi puncak dari ketatnya persaingan estetik yang disuguhkan oleh para kreator.
Hadiah bagi peraih Juara 1 tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lamongan, Anis Kartikawati Yuhronur Efendi. Sementara itu, untuk trofi dan penghargaan bagi Juara 2 diserahkan langsung oleh Sekda Lamongan, Nalikan, di atas panggung utama Exportiva Season III.
Melalui stimulus event berskala regional ini, Pemkab Lamongan optimistis eksistensi insan kreatif lokal akan terus berkembang dan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi masyarakat luas. (yan)
What's Your Reaction?

