Hadiri Konfercab GMNI Lamongan, Masfuk Pacu Skill Pemuda di Tengah Melimpahnya SDA Bangsa

“Generasi muda, khususnya kader-kader GMNI, harus membekali diri dengan kemampuan dan keahlian (skill) yang mumpuni. Negara kita ini sangat kaya akan sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh negara lain di dunia. Kekayaan ini harus dikelola oleh tangan-tangan pemuda yang cerdas, berideologi, dan kompeten,” tegas Masfuk memotivasi.

07 Jun 2026 - 06:42
Hadiri Konfercab GMNI Lamongan, Masfuk Pacu Skill Pemuda di Tengah Melimpahnya SDA Bangsa
Mantan Bupati Lamongan, Masfuk, saat memberikan motivasi pembakar semangat kepada para kader muda dalam pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) GMNI Lamongan. (Iyan Farikh/afederasi.com

Lamongan, (afederasi.com) – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Lamongan resmi menggelar agenda Konferensi Cabang (Konfercab). Forum tertinggi di tingkat cabang yang menjadi ruang ideologis sekaligus penentu arah gerak organisasi ke depan ini dihadiri langsung oleh sejumlah tokoh penting dan senior daerah di Kabupaten Lamongan, Sabtu (6/6/2026).

Acara yang digelar di Aula BLK Disnaker Lamongan ini juga dihadiri mantan Bupati Lamongan, Masfuk, yang memberikan suntikan motivasi yang membakar semangat para peserta konferensi. Tokoh senior yang dikenal luas atas kontribusi pembangunannya di Lamongan ini meminta generasi muda untuk bergerak progresif dan tidak menyia-nyiakan potensi besar bangsa.

“Generasi muda, khususnya kader-kader GMNI, harus membekali diri dengan kemampuan dan keahlian (skill) yang mumpuni. Negara kita ini sangat kaya akan sumber daya alam yang tidak dimiliki oleh negara lain di dunia. Kekayaan ini harus dikelola oleh tangan-tangan pemuda yang cerdas, berideologi, dan kompeten,” tegas Masfuk memotivasi.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Lamongan, Johny Indrianto, yang hadir mewakili Bupati Lamongan, menekankan bahwa Konfercab bukan sekadar pemenuhan agenda rutin formalitas organisasi.

Dalam sambutannya, Johny menyampaikan bahwa forum ini merupakan ujian sejauh mana komitmen para kader terhadap ideologi yang dianut.

“Konferensi cabang bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ia adalah ruang ideologis, ruang evaluasi, sekaligus ruang penentuan arah gerak organisasi ke depan. Di forum inilah kita menguji sejauh mana komitmen kita terhadap ajaran Marhaenisme, serta sejauh mana kita mampu menerjemahkan nilai-nilai perjuangan ke dalam gerakan nyata,” ujar Johnny Indrianto.

Lebih lanjut, Johny mengingatkan bahwa tantangan para aktivis mahasiswa di era digital kian kompleks. Gempuran arus informasi yang cepat namun dangkal rentan mengikis esensi gerakan perjuangan.

“Kita hidup di era disrupsi, di mana arus informasi begitu cepat, tetapi seringkali dangkal. Semangat kolektif mulai tergeser oleh kepentingan individual. Ideologi seringkali kalah oleh pragmatisme,” imbuhnya.

Melalui momentum Konfercab ini, ia mengajak seluruh kader GMNI Lamongan untuk melakukan evaluasi organisasi secara jujur, memperkuat kualitas kaderisasi, serta melahirkan kepemimpinan cabang yang visioner, ideologis, dan progresif dengan tetap menjaga persatuan internal organisasi. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow