Sentra IKM Logam Gresik Resmi Berdiri di Menganti, Jadi Pusat Produksi dan Magang Siswa SMK

"Di dua desa ini, masyarakatnya bergerak di home industry manufacturing. Masing-masing di rumah membuat karya yang berkaitan dengan manufaktur, khususnya logam,” ujar Gus Yani.

21 Jul 2026 - 21:59
Sentra IKM Logam Gresik Resmi Berdiri di Menganti, Jadi Pusat Produksi dan Magang Siswa SMK
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat meninjau sentra Industri Kecil dan Menengah di Desa Jualan Menganti Gresik (Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam Kabupaten Gresik resmi berdiri di Desa Hulaan, Kecamatan Menganti. Fasilitas ini disiapkan sebagai pusat produksi bersama bagi pelaku IKM sekaligus ruang magang bagi siswa SMK untuk mengenal dunia manufaktur secara langsung.

Sentra tersebut diresmikan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani didampingi Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman, Selasa (21/07/2026). Peresmian turut dihadiri jajaran Forkopimda, perangkat daerah, perguruan tinggi, dunia industri, serta pelaku IKM.

Gus Yani sapaan akrab Bupati mengatakan, keberadaan Sentra IKM Logam menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap potensi industri manufaktur skala mikro yang tumbuh dari rumah-rumah warga. Potensi tersebut banyak berkembang di Desa Pelemwatu dan Desa Laban, Kecamatan Menganti.

“Di dua desa ini, masyarakatnya bergerak di home industry manufacturing. Masing-masing di rumah membuat karya yang berkaitan dengan manufaktur, khususnya logam,” ujar Gus Yani.

Beragam produk dihasilkan para pelaku IKM, mulai alat pertanian, peralatan konstruksi, hingga kebutuhan peternakan. Namun, keterbatasan mesin dan teknologi menjadi salah satu kendala karena sejumlah peralatan produksi memiliki harga yang cukup tinggi.

“Banyak mesin besar yang mungkin tidak terjangkau oleh para pelaku usaha IKM di dua desa tersebut. Sekarang, fasilitas itu bisa dimanfaatkan melalui Sentra IKM ini,” jelasnya.

Menurut Gus Yani, fasilitas bersama tersebut diharapkan memperluas akses pelaku IKM terhadap teknologi permesinan, meningkatkan kapasitas produksi, sekaligus mendorong peningkatan kualitas produk.

Pemerintah Kabupaten Gresik juga mendorong kolaborasi antara pelaku IKM dengan industri besar, khususnya kawasan JIIPE dan KIG. Kemitraan dapat dikembangkan melalui pemenuhan kebutuhan bahan baku, pemanfaatan material yang masih dapat digunakan, hingga pemasaran produk IKM.

“Bisa jadi ada bahan baku yang dibutuhkan oleh teman-teman IKM. Atau ada produk yang bisa dipasarkan. Banyak hal yang bisa dikolaborasikan,” katanya.

Selain mendukung pelaku usaha, sebut Gus Yani, sentra IKM Logam juga disiapkan sebagai tempat magang bagi siswa SMK. Para siswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai proses produksi, penggunaan mesin, standar kerja, hingga pembuatan produk manufaktur.

“Mudah-mudahan Sentra IKM Logam ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para pelaku usaha, masyarakat, dan anak-anak kita yang sedang menyiapkan diri memasuki dunia industri,” pungkasnya.

Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman menambahkan, pembangunan sentra tersebut dilatarbelakangi potensi IKM logam dan permesinan yang cukup besar di Kecamatan Menganti dan wilayah sekitarnya. Namun, potensi itu masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana produksi, akses teknologi, mutu produk, serta keterhubungan dengan industri besar.

“Sentra IKM Logam ini diharapkan menjadi pusat layanan bersama, pusat produksi, sekaligus pusat pembinaan yang mampu meningkatkan daya saing IKM logam secara signifikan,” ujar Washil.

Sentra IKM Logam dibangun di atas lahan yang mempertimbangkan potensi IKM setempat, ketersediaan lahan, serta aksesibilitas. Fasilitas yang tersedia meliputi workshop permesinan, ruang maintenance, instalasi listrik, CCTV, penerangan, drainase, sanitasi, akses jalan lingkungan, dan area parkir.

Pembangunan berlangsung selama 150 hari melalui DAK Tahun Anggaran 2025 dan telah rampung 100 persen sesuai spesifikasi teknis. Selain pembangunan fisik, dukungan DAK Perindustrian juga digunakan untuk pengadaan peralatan yang dapat dimanfaatkan bersama oleh pelaku IKM.

Keberadaan sentra ini diharapkan mampu menekan biaya produksi dan membuka akses teknologi bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum memiliki peralatan modern. 

Di sisi lain, sentra tersebut jugaj menjadi titik temu antara IKM, industri besar, dan dunia pendidikan dalam membangun ekosistem manufaktur lokal yang lebih kuat.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow