Kawal Kinerja BUMD, Bupati Trenggalek Wajibkan Direktur Paparkan Capaian Tiap Tiga Bulan
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mewajibkan para direktur BUMD memaparkan capaian kinerja setiap tiga bulan sekali guna mendongkrak profit dan pelayanan publik.
Trenggalek, (afederasi.com) — Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengawal langsung kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan mewajibkan seluruh direktur untuk memaparkan hasil kinerja secara berkala. Kegiatan evaluasi ini dilangsungkan di Gedung Smart Center Trenggalek pada Selasa (21/7/2026).
Dalam forum tersebut, Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini tidak hanya mendengarkan laporan, tetapi juga memberikan kritik, saran, serta koreksi konstruktif. Arahan tersebut mencakup strategi mengejar target perusahaan hingga langkah-langkah efisiensi operasional agar kinerja BUMD semakin optimal ke depannya.
Salah satu sorotan diberikan kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terkait efisiensi biaya energi. Mas Ipin mengusulkan pemanfaatan teknologi tenaga surya untuk menggerakkan mesin pompa air melalui skema cicilan jika dinilai lebih ekonomis.
"Kami coba meminta kepada Direktur PDAM untuk menghitung pemakaian solar panel untuk menggerakkan mesin pompa dengan cara cicilan. Bila itu dirasa lebih hemat bisa dilakukan. Karena biaya listrik untuk pompa air kita rasa cukup besar angkanya," ujar Mas Ipin.
Selain efisiensi energi, ia juga mendorong penguatan strategi pemasaran melalui kolaborasi dengan konten kreator lokal. Tujuannya agar berbagai program unggulan BUMD semakin dikenal luas oleh masyarakat.
Sebagai contoh, ia memaparkan program arisan Sinar dari BPR Jwalita Perseroda yang menawarkan undian kendaraan bermotor setiap sepuluh bulan sekali. Program ini dinilai menarik karena dana nasabah dijamin aman dan tidak hangus meskipun belum beruntung mendapatkan undian.
"Jika belum beruntung, uang tidak hangus alias dikembalikan ditambah bonus dari BPR Jwalita," imbuhnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Trenggalek sekaligus Direktur BUMD, Cusi Kurniawati, menjelaskan bahwa forum evaluasi triwulanan ini merupakan instruksi langsung dari bupati guna memantau perkembangan empat BUMD yang ada.
"Jadi setiap tribulan, Direktur BUMD di Trenggalek harus memaparkan capaian kinerja masing-masing dan tentunya dengan target kerjanya," tutur Cusi.
Ia menambahkan, evaluasi rutin ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala di lapangan sehingga target tahunan dapat tercapai atau bahkan terlampaui. Bupati Arifin juga memberikan catatan khusus yang wajib ditindaklanjuti dan akan diperiksa kembali pada bulan berikutnya.
Dalam upaya memperkuat lini bisnis, BUMD juga didorong untuk mengoptimalkan sektor Air Minum Dalam Kemasan (AMDK). Langkah ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara perolehan profit dan peningkatan kualitas pelayanan publik.(pb/dn)
What's Your Reaction?

