Dinamika Timur Tengah, Ustadz Joko Supriyanto Ajak Dunia Islam Perkuat Persatuan
Madiun, afederasi.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Islam Al Ihsan Mojorejo, Ustadz Joko Supriyanto, memberikan analisis strategis terkait meningkatnya tensi konflik di Timur Tengah. Dalam wawancara di kediamannya pada Selasa (3/3/2026), ia menekankan bahwa pergeseran kekuatan global saat ini adalah momentum krusial bagi dunia Islam untuk memperkuat persatuan.
Alumnus Ponpes Al Mukmin Ngruki ini mencermati adanya fenomena tak terduga di tengah situasi global yang dinamis. Menurutnya, kondisi tersebut membuka ruang refleksi bagi umat Islam untuk melihat peluang di balik tantangan yang ada.
"Kondisi global saat ini berada di luar prediksi umum. Sebelumnya, situasi secara kalkulasi sangat menekan saudara kita di Palestina. Namun kini, dinamika internal kekuatan besar dunia justru sedang diuji," ujar Ustadz Joko.
Ia kemudian mengutip Al-Qur'an Surah Al-Hasyr ayat 14: "Tahsabuhum jamī’an wa qulūbuhum syattā" (Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka terpecah belah). Kutipan ini digunakannya untuk menggambarkan pihak-pihak yang tampak solid di luar, namun memiliki keretakan kepentingan di dalam.
Ustadz Joko berpendapat pelemahan internal kekuatan dominan akan menggeser konstelasi global, yang diyakininya membuka jalan bagi konsep Al-Mustaqbal lil Islam (Masa Depan Milik Islam).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa wilayah strategis seperti Syam (Mediterania Timur) akan menjadi titik penting kebangkitan tersebut. Terkait posisi geopolitik Indonesia, ia mendorong pemerintah agar tetap konsisten pada mandat konstitusi dan menjaga sikap independen.
"Fokus utama harus tetap tegak lurus pada isu kemanusiaan dan pembelaan terhadap bangsa Palestina melalui diplomasi serta bantuan nyata," tegasnya.
Di akhir wawancara, ia menyambut positif wacana keterlibatan aktif personel TNI dalam misi perdamaian internasional. Langkah tersebut dinilai sebagai kontribusi konkret Indonesia bagi kemaslahatan dunia.
"Tetap jaga fokus pada apa yang bisa kita berikan untuk kemerdekaan Palestina dan perdamaian dunia," pungkasnya. (hen)
What's Your Reaction?

