Pajak Mengalir ke Negara, Jalan di Bondowoso Ditambal Pakai Dompet Warga
Bondowoso, (afederasi.com) – Setiap tahun, masyarakat Bondowoso menunaikan kewajiban membayar pajak. Namun, di Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Bondowoso, warga justru harus merogoh kocek sendiri untuk menambal jalan berlubang yang membahayakan pengguna.
Komunitas Makelar Akhirat menginisiasi perbaikan swadaya di ruas jalan tersebut pada Selasa (3/3/2026) malam. Sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer dari kawasan Pasar Sapi hingga arah Rumah Sakit Mitra Medika, mereka menambal setiap lubang yang ada.
Founder Makelar Akhirat, Yusdeny Lanasakti, mengungkapkan bahwa total dana yang dikeluarkan mencapai Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. Seluruhnya murni berasal dari iuran anggota dan simpatisan komunitas.
"Ini uang dari kantong kami sendiri, dari teman-teman komunitas yang peduli. Sementara pajak yang kami bayarkan setiap tahun mengalir ke negara, tapi jalan rusak seperti ini dibiarkan," ujar Yusdeny, Rabu (4/3/2026).
Menurut dia, kondisi jalan yang berlubang kerap tertutup genangan air sehingga sulit terlihat pengendara. Apalagi, penerangan di jalur tersebut tergolong minim sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Ia mengaku tergerak setelah menyaksikan langsung seorang ibu yang sedang membonceng anaknya terjatuh akibat lubang yang tertutup air.
"Saya melihat sendiri ibu-ibu dengan anak kecil, sekitar lima tahun, terjatuh. Lukanya memang tidak fatal, tapi itu membahayakan. Saya berpikir, sampai kapan kami biarkan ini terjadi sementara pajak terus kami bayar?" kenangnya.
Yusdeny menegaskan bahwa jalan merupakan fasilitas publik yang menjadi tanggung jawab pemerintah. Masyarakat, kata dia, sudah menunaikan kewajibannya melalui pajak dan berhak mendapatkan pelayanan publik yang layak.
"Ini bukan soal percaya atau tidak percaya kepada pemerintah. Ini soal hak masyarakat yang sudah membayar pajak. Mereka berhak mendapat fasilitas yang aman dan nyaman" tegasnya.
Ia menyayangkan jika alasan efisiensi anggaran terus dijadikan dalih hingga masyarakat merasa diabaikan. Menurut Yusdeny, pemerintah seharusnya terbuka jika memang ada kendala anggaran.
"Kalau memang ada masalah efisiensi atau pemangkasan anggaran, sampaikan ke rakyat. Jangan diam. Rakyat ini pengertian kalau diajak komunikasi," sindirnya.
Yusdeny berharap aksi swadaya ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas yang tidak bisa ditawar. Ia mendorong pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. (den)
What's Your Reaction?



