Lautan Manusia Padati Alun-Alun Situbondo, Haul Masyayikh Hadirkan 150 Ribu Jemaah

Alun-alun Situbondo dipadati 150 ribu jemaah dalam acara Haul Masyayikh yang dipimpin KH Kholil As'ad. Simak kemeriahan acara yang dihadiri ulama dari dalam dan luar negeri.

19 Jul 2026 - 11:33
Lautan Manusia Padati Alun-Alun Situbondo, Haul Masyayikh Hadirkan 150 Ribu Jemaah
Suasana ribuan masyarakat padati alun-alun Situbondo untuk bersholawat (alifia rahma/afederasi.com)

Situbondo, (afederasi.com) – Alun-alun Situbondo berubah menjadi lautan manusia saat perhelatan Haul Masyayikh yang dipimpin oleh KH Kholil As'ad berlangsung khidmat, Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini menjadi magnet besar yang menyatukan puluhan ribu jemaah dari berbagai penjuru tanah air hingga mancanegara.

​Ketua Panitia Haul Masyayikh, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengungkapkan bahwa animo jemaah melampaui prediksi awal. Berdasarkan data dari majelis sholawat, tercatat sedikitnya 125 ribu anggota Jemaah Sholawat Nariyah hadir di lokasi. Namun, jumlah nyata di lapangan diperkirakan menembus angka 150 ribu orang.

​"Data yang masuk dari berbagai daerah sekitar 125 ribu. Itu belum semua terhitung, jadi dugaan saya yang hadir lebih dari 150 ribu orang," ujar pria yang akrab disapa Mas Rio tersebut.

​Tingginya antusiasme jemaah terlihat sejak malam sebelum acara puncak dimulai. Ribuan peserta rela datang lebih awal ke area alun-alun demi mendapatkan posisi terbaik untuk mengikuti rangkaian doa bersama.

​Selain masyarakat umum, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi akbar para pemuka agama. Panitia mencatat kehadiran sekitar 200 kiai dan ibu nyai dari berbagai daerah di Nusantara. Nuansa internasional pun kental terasa dengan kehadiran jemaah yang datang dari Malaysia serta berbagai wilayah di luar Pulau Jawa, seperti Pontianak.

​Mas Rio menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan bagi para masyayikh yang telah berjasa menyebarkan syiar Islam di Indonesia. Pihaknya berharap doa yang dipanjatkan membawa keberkahan bagi bangsa.

​"Harapan kami, ada keberkahan dari kegiatan ini untuk Indonesia yang lebih baik," tuturnya.

​Terkait pendanaan, Mas Rio memastikan bahwa acara ini tidak menggunakan anggaran Pemerintah Kabupaten Situbondo. Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan, murni didanai melalui semangat gotong royong dan urunan para jemaah.

​Mengenai keberlanjutan agenda ini di masa depan, Mas Rio menyebut keputusan sepenuhnya berada di tangan KH Kholil As'ad dan komunitas Jemaah Sholawat Nariyah. Ia menambahkan, Haul Masyayikh tidak dirancang sebagai agenda tahunan, melainkan berpotensi digelar dalam rentang waktu lima hingga sepuluh tahun sekali.(vya/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow