Fokus pada Pemberdayaan dan Lingkungan, KKN Kelompok 5 Unisla Lamongan Resmi Dibuka

""KKN ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan jembatan bagi mahasiswa Unisla untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan mereka langsung ke dunia nyata. Kami berharap kontribusi pemikiran dan tenaga mahasiswa kami bisa memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi warga Desa Turi," ujar Ike Susanti dalam sambutannya.

17 Jul 2026 - 23:51
Fokus pada Pemberdayaan dan Lingkungan, KKN Kelompok 5 Unisla Lamongan Resmi Dibuka
Mahasiswa KKN Kelompok 5 Universitas Islam Lamongan berfoto bersama Kepala Desa Turi Abdul Rochman, Babinsa Sertu Ahmad Muktadin, DPL Ike Susanti, Ketua BPD, serta tokoh masyarakat usai upacara pembukaan KKN di Balai Desa Turi, Kecamatan Turi, Lamongan, Jumat (17/7/2026). (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Komitmen Universitas Islam Lamongan (Unisla) dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi kembali diwujudkan secara nyata di tengah masyarakat. Melalui Kelompok 5 Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026, sivitas akademika Unisla resmi memulai pengabdiannya di Desa Turi, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, pada Jumat (17/07/2026).

Upacara pembukaan KKN yang berlangsung khidmat di Balai Desa Turi ini menjadi potret kolaborasi apik. Acara dihadiri langsung oleh Kepala Desa Turi Abdul Rochman selaku penanggung jawab kegiatan, Babinsa Koramil 0812/03 Turi Sertu Ahmad Muktadin, perwakilan tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sekitar 35 tamu undangan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 5 Unisla, Ike Susanti, menegaskan bahwa momentum KKN ini menjadi wadah krusial bagi mahasiswa untuk mentransformasikan teori yang didapat di bangku kuliah menjadi solusi nyata bagi problematik di masyarakat.

"KKN ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan jembatan bagi mahasiswa Unisla untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan mereka langsung ke dunia nyata. Kami berharap kontribusi pemikiran dan tenaga mahasiswa kami bisa memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi warga Desa Turi," ujar Ike Susanti dalam sambutannya.

Pada KKN periode ini, Kelompok 5 Unisla membawa misi strategis dengan meluncurkan dua program kerja utama yang menyasar isu krusial di Desa Turi, yakni bidang lingkungan dan ekonomi kreatif.

Program pertama adalah gerakan ekologis taktis berupa pembuatan 1.000 Sumur Biopori untuk mengatasi genangan air dan potensi banjir yang kerap melanda beberapa titik desa saat musim penghujan. Sementara program kedua adalah digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk melambungkan potensi produk lokal unggulan agar mampu bersaing di pasar digital yang lebih luas.

Ketua Koordinator KKN Kelompok 5 Unisla, Askahaf Alghori, menyampaikan apresiasi mendalam atas keterbukaan dan sambutan hangat dari seluruh elemen Pemerintah Desa Turi.

"Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa ini. Kepercayaan dari Pemerintah Desa dan warga Turi menjadi bahan bakar semangat bagi kami, mahasiswa Unisla, untuk memberikan yang terbaik lewat program seribu biopori dan digitalisasi produk lokal," ungkap Askahaf.

Kehadiran program kerja berbasis keilmuan dari Unisla ini pun disambut optimis oleh jajaran Pemerintah Desa dan unsur TNI. Kepala Desa Turi, Abdul Rochman, berharap kehadiran mahasiswa Unisla membawa angin segar dan agen perubahan (agent of change) bagi kemajuan desa.

Sinergi kuat juga ditunjukkan oleh Babinsa Desa Turi, Sertu Ahmad Muktadin, yang menyatakan kesiapan penuh TNI untuk mengawal program fisik mahasiswa Unisla di lapangan.

"Kami dari jajaran Koramil Turi siap bersinergi, bahu-membahu bersama adik-adik mahasiswa Unisla dan warga dalam pembuatan sumur biopori nanti. Ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat serta akademisi demi kesejahteraan masyarakat Desa Turi," tegas Sertu Ahmad Muktadin.

Acara pembukaan ini kemudian ditutup dengan ceramah ilmiah dan motivasi dari Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Turi, Nadir. Dalam orasinya, ia menantang mahasiswa Unisla untuk menyatukan ilmu modern dengan kearifan lokal (local wisdom) setempat.

Sebagai bentuk komitmen menjaga konsistensi program lingkungan Unisla, Nadir bahkan menantang warga untuk menggelar Lomba Kebersihan Lingkungan pasca 1.000 sumur biopori berhasil terpasang di seluruh penjuru desa. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow