Sanggar Bethari SDN Jombatan 3 Jombang, Lolos 10 Besar Festival Garudeya Mahambara

17 Jul 2026 - 15:42
Sanggar Bethari SDN Jombatan 3 Jombang,  Lolos 10 Besar Festival Garudeya Mahambara
Pementasan SDN Jombatan 3 saat melakukan latihan untuk mengikuti lomba Festival Garudeya Mahambara 2026 di Gedung Kesenian Kabupaten Jombang pada Kamis (18/06/2026).(Foto: Santoso/afederasi. com)

Jombang, (afederasi.com) – Kabar menggembirakan datang dari dunia seni dan budaya Kabupaten Jombang. Sanggar Bethari yang beranggotakan Siswa-siswi SDN Jombatan 3 Jombang, berhasil menembus jajaran 10 besar dalam ajang Festival Garudeya Mahambara 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jawa Timur.

Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri, mengingat sanggar ini merupakan salah satu dari sedikit sanggar anak yang lolos ke babak final, sementara peserta lainnya berasal dari sanggar umum. 

Rencananya, 10 besar sanggar terbaik akan menampilkan pertunjukan terbaik mereka di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, pada tanggal 22 Juli 2026 mendatang.

Acara ini menjadi panggung bergengsi bagi para seniman dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk unjuk kebolehan.

Imam Ghozali AR, selaku Dramaturg yang juga merupakan seniman berpengalaman di dunia teater profesional, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini.

"Alhamdulillah SDN Jombatan 3, masuk di 10 besar. Dari 10 diambil 5 besar, targetnya masuk final. Masuk 10 besar sudah bagus," ujar Imam Ghozali, yang malang melintang di dunia teater profesional, Jumat (17/07/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa untuk tahap selanjutnya, akan dipilih 5 besar penyaji terbaik tanpa adanya peringkat. Meskipun menyadari persaingan dengan peserta dari sanggar dewasa, Sanggar Bethari tetap optimis.

"Anak-anak itu bisa tampil baik, enjoy, gembira tanpa beban. Soalnya hasil bisa masuk apa tidak, kita ikhtiar yang terbaik," ungkapnya.

Imam Ghozali menjelaskan untuk menghadapi pentas di Gedung Cak Durasim, Sanggar Bethari melakukan berbagai persiapan intensif . Latihan digelar tiga kali seminggu dengan durasi panjang, yaitu siang hari mulai pukul 12.00 hingga 17.00, dan pada hari Minggu dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Ia merinci beberapa aspek yang menjadi fokus perbaikan:

1. Komposisi Tari dan Dialog: Budaya Arek yang khas harus lebih ditonjolkan. "Kemarin itu budaya Arek belum kelihatan, sekarang harus dilihatkan," tegasnya.

2. Revisi Tari: Penyesuaian dilakukan karena tidak semua pemain memiliki kemampuan menari yang sama.

3. Detail Akting, Setting, dan Properti: Pengerjaan lebih detail pada aspek akting, pemanfaatan properti, serta detail musik dan dialog .

4. Kostum dan Rias: Perbaikan dan penambahan aksesoris agar penampilan lebih maksimal.

" Latihan anak-anak akan disesuaikan dengan setting baru yang digarap oleh sutradara karya Abi Utomo. Para pemain rata-rata berasal dari kelas 3 dan 4 untuk peran aktor, sementara siswa kelas 5 sangat terbatas jumlahnya," pungkasnya.

Kepala Sekolah SDN Jombatan 3, Donny Erfantoro, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan oleh berbagai pihak.

"Kami sangat didukung oleh wali murid, beserta guru, Kabid Kebudayaan yakni Anom Antono dan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari. Saya ucapkan banyak terima kasih atas support dan sampai di posisi ini," pungkasnya .

Dukungan ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Jombang dalam mengembangkan seni dan budaya, salah satunya melalui program pelestarian budaya dan pendidikan karakter sejak dini .

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Dra.Wor Windari, M.Si, melalui Kepala Bidang Kebudayaan Anom Antono, S.Sn, menyampaikan pada prinsipnya memberikan apresiasi terhadap Sanggar Bethari yang menjadi satu-satunya sanggar anak yang lolos di 10 besar di event Festival Garudeya Mahambara 2026.

"Dari 38 Kabupaten/Kota, anak-anak dari SDN Jombatan 3 ini bisa menembus 10 besar. Ini bukti bahwa anak-anak juga bisa tampil di event yang lebih besar," terangnya .

Anom Antono menyampaikan harapannya agar dengan masuknya SDN Jombatan 3 ke 10 besar ini bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Jombang, baik SD maupun SMP, untuk melakukan hal yang serupa.

"Langkah ke depan kita akan melakukan dengan mengadakan workshop kepada guru dengan narasumber yang kompeten untuk disampaikan kepada siswa, dan kami berharap nanti akan tumbuh kembang sanggar seperti Sanggar Bethari di Jombang," pungkasnya.

Semoga keikutsertaan Sanggar Bethari di Festival Garudeya Mahambara 2026 menjadi langkah awal untuk meraih prestasi lebih tinggi dan membawa nama harum Kabupaten Jombang di kancah seni budaya Jawa Timur. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow