Simbol Syukur Petani, Prosesi Adat Nyadran Dam Bagong Trenggalek Dimulai dengan Kirab Kerbau

Wakil Bupati Trenggalek Syah Mohamad Natanegara menerima Kirab Kerbau dalam pembukaan upacara adat Nyadran Dam Bagong sebagai wujud syukur para petani.

07 May 2026 - 20:31
Simbol Syukur Petani, Prosesi Adat Nyadran Dam Bagong Trenggalek Dimulai dengan Kirab Kerbau
Prosesi kirab kerbau di Pendapa Manggala Praja Nugraha Trenggalek (ist)

Trenggalek, (afederasi.com) - Pemerintah Kabupaten Trenggalek kembali menggelar upacara adat Nyadran Dam Bagong sebagai bentuk pelestarian warisan leluhur dan wujud syukur atas melimpahnya air irigasi. Prosesi sakral ini diawali dengan penyerahan kerbau kirab oleh Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Kamis (7/5/2026).

Rangkaian tradisi tahunan ini dimulai dengan ketibaan rombongan kirab kerbau di pusat pemerintahan kabupaten. Dalam prosesi tersebut, Wabup Syah secara simbolis menerima persinggahan kerbau sebelum menyerahkan peralatan penyembelihan kepada petugas yang telah ditunjuk.

Usai seremoni di pendapa, kerbau tersebut dibawa menuju area makam untuk menjalani proses penyucian atau jamasan.

Wakil Bupati Syah Mohamad Natanegara menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menjaga kelangsungan adat ini. Selain nilai spiritual, kegiatan ini diyakini mampu memberikan dampak positif bagi sektor lain di sekitarnya.

"Harapannya kegiatan ini terus melestarikan budaya asli Trenggalek sekaligus mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat lokal," ujar Syah usai melepas keberangkatan kirab menuju Kompleks Makam Setono Bagong.

Senada dengan hal tersebut, Lurah Ngantru, Bambang Wusprapto, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tetap memegang teguh pakem yang sudah ada sejak dahulu. Tahapan dimulai dari Kirab Mahesa atau kerbau, dilanjutkan dengan serah terima kelengkapan penyembelihan di Pendapa Agung hingga kirab menuju Makam Menaksopal.

"Nanti malam, tepatnya setelah waktu Isya, akan dilakukan prosesi jamasan terlebih dahulu," kata Bambang saat menjelaskan teknis ritual. Setelah penyucian selesai, tim akan melanjutkan ke tahap ritual inti dan penyembelihan kerbau di lokasi yang telah ditentukan.

Kekhasan dari tradisi Nyadran Dam Bagong ini tidak hanya berhenti pada penyembelihan saja. Pada malam hari, suasana akan dimeriahkan dengan pertunjukan wayang kulit di area makam sebagai hiburan sekaligus bagian dari rangkaian doa bersama masyarakat.

Puncak acara direncanakan berlangsung pada Jumat pagi, di mana warga akan menyaksikan prosesi pelemparan kepala, kulit, dan kaki kerbau ke aliran Dam Bagong. Ritual ini menjadi simbol penghormatan kepada sejarah pembangunan bendungan yang mengairi persawahan di wilayah tersebut.

"Untuk dagingnya nanti akan dibagikan secara merata kepada warga sekitar," ucap Bambang. 

Ia berharap tradisi ini tetap terjaga kemurniannya tanpa ada satu pun rangkaian yang terlewatkan di masa mendatang sebagai simbol keharmonisan alam dan manusia.(pb/dn) 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow