Bupati Lamongan Luncurkan Kurikulum Inovatif LENTERA di Gebyar PAUD 2026

"Tujuan diselenggarakannya acara ini pertama untuk meningkatkan koordinasi, kolaborasi, juga meningkatkan sinergi antara kita semua: pemerintah, masyarakat, dan seluruh mitra pendidikan untuk meningkatkan perannya dalam program pemerintah wajib belajar 13 tahun. Kedua, sebagai ajang berkreasi dan berinovasi, serta ketiga sebagai wujud peningkatan pelayanan PAUD yang lebih baik," ujar Shodikin.

22 Jun 2026 - 18:35
Bupati Lamongan Luncurkan Kurikulum Inovatif LENTERA di Gebyar PAUD 2026
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat meluncurkan Kurikulum Inovatif Lentera dalam Gebyar Paud 2026. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Dinas Pendidikan sukses menggelar perhelatan akbar "Gebyar PAUD 2026". Acara yang dipusatkan di Alun-Alun Lamongan pada Senin pagi (22/6/2026) ini menjadi panggung kreativitas sekaligus momentum bersejarah bagi dunia pendidikan anak usia dini di Lamongan.

Kemeriahan Gebyar PAUD 2026 diawali dengan sesi Pra-Acara sejak pagi hari. Sebanyak 300 anak PAUD unjuk gigi menampilkan Senam Anak Indonesia Hebat. Tidak kalah menarik, kolaborasi massal 300 Guru PAUD juga sukses membawakan Tari Kreasi Baru bertajuk "Tari Tlatah Lamongan" bersama bintang tamu nasional, Pak Ribut Guru Viral.

Selain itu, area publik ini diramaikan dengan agenda Kids Camp Pramuka Prasiaga hingga kompetisi Fashion Show Anak Hebat yang melibatkan peran aktif keterlibatan Ayah dan Bunda.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Shodikin, dalam laporannya menyampaikan bahwa esensi dari rangkaian acara ini terbagi menjadi dua program utama, yaitu program bedah pendidikan Kabupaten Lamongan serta rapat koordinasi antara Dinas Pendidikan Lamongan dengan mitra penyelenggara PAUD dan masyarakat pecinta pendidikan.

"Tujuan diselenggarakannya acara ini pertama untuk meningkatkan koordinasi, kolaborasi, juga meningkatkan sinergi antara kita semua: pemerintah, masyarakat, dan seluruh mitra pendidikan untuk meningkatkan perannya dalam program pemerintah wajib belajar 13 tahun. Kedua, sebagai ajang berkreasi dan berinovasi, serta ketiga sebagai wujud peningkatan pelayanan PAUD yang lebih baik," ujar Shodikin.

Ia juga memaparkan capaian luar biasa terkait perkembangan pendidikan anak usia dini di Lamongan. Berdasarkan data yang ada, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD Kabupaten Lamongan pada tahun 2025 untuk usia 3 sampai 6 tahun sudah mencapai 87,73%. Sementara itu, Angka Partisipasi Sekolah (APS) PAUD untuk usia 5 sampai 6 tahun telah 

menembus angka 99,51%.

"Jadi, Pak Dirjen, kesimpulannya Bupati Lamongan sangat siap untuk mendukung wajib belajar 13 tahun. Ini pondasinya di PAUD," tegas Shodikin disambut tepuk tangan riuh para hadirin.

Menyambung laporan tersebut, Widyaprada Ahli Utama Dit PAUD, Abdul Kahar, memberikan penekanan penting mengenai investasi pada pendidikan anak usia dini. Ia menjelaskan bahwa berinvestasi di dunia pendidikan sejak usia dini sama halnya dengan menanam investasi yang luar biasa untuk masa depan anak-anak, khususnya di Kabupaten Lamongan. Sebuah riset bahkan membuktikan bahwa tingkat pengembalian investasi (return investment) dari sektor ini di masa depan dapat memberikan sumbangsih ekonomi sebesar 7 hingga 13 persen bagi daerah tersebut.

Lebih lanjut, Abdul Kahar memaparkan bahwa setidaknya ada empat dampak utama yang akan diperoleh dari langkah ini. Pertama adalah jaminan keberlanjutan pendidikan anak yang jauh lebih baik di masa depan. Kedua, kesiapan belajar anak akan jauh lebih matang dibanding mereka yang tidak sempat mengenyam bangku taman kanak-kanak. Ketiga, dari aspek sosial emosional, anak-anak juga dipastikan tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang. Sementara dampak keempat adalah terciptanya modal sumber daya manusia yang jauh lebih berkualitas di masa depan karena fondasinya sudah diperkuat sejak awal.

Sejalan dengan hal tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Gebyar PAUD tahun ini merupakan sebuah tonggak besar bagi penguatan karakter anak sejak usia emas.

"Gebyar PAUD ini merupakan ruang ekspresi yang sangat penting bagi anak-anak kita. Kita ingin memastikan bahwa anak-anak di Kabupaten Lamongan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tangguh, namun tidak kehilangan jati dirinya sebagai warga Lamongan yang berbudaya," ujar Bupati.

Pria yang akrab disapa Pak Yes ini menambahkan, keseriusan Pemkab Lamongan dalam memajukan sektor pendidikan anak usia dini dibuktikan dengan peluncuran program kurikulum baru pada acara inti.

"Pada acara ini, kita resmi meluncurkan Kurikulum berbasis Pembelajaran Mendalam yang kami beri nama 'LENTERA' (Learning Environment berbasis Tradisi dan Akar Budaya Lamongan). Lewat LENTERA, kita ingin mengintegrasikan nilai kearifan lokal, tradisi, dan akar budaya Lamongan langsung ke dalam lingkungan belajar anak-anak sejak dini," imbuhnya.

Selain peluncuran kurikulum, kemeriahan acara juga diisi dengan penyerahan belasan kategori apresiasi dan penghargaan bergengsi. Beberapa di antaranya meliputi Apresiasi Sekolah Hebat, Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Kecamatan dan Desa/Kelurahan, Lomba Talented Teacher, lomba peragaan busana, hingga Penghargaan Korwil untuk program digitalisasi Gelas KOPI AI. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pendidik dan lembaga dalam memajukan mutu pendidikan di Kabupaten Lamongan. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow