Dukung Nobar Piala Dunia 2026, Bupati Lamongan Siapkan Lokasi Ruang Terbuka yang Representatif

Kami sangat mendukung penuh agenda nonton bareng Piala Dunia 2026 ini untuk mengakomodasi antusiasme masyarakat Lamongan. Saat ini kami masih mencari dan mengkaji lokasi nobar yang benar-benar cocok dan representatif," ujar Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes ini saat dikonfirmasi, Selasa (16/06/2026).

16 Jun 2026 - 23:44
Dukung Nobar Piala Dunia 2026, Bupati Lamongan Siapkan Lokasi Ruang Terbuka yang Representatif
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi siapkan lokasi Nobar Piala Dunia 2026 (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menyatakan dukungan penuh untuk menyemarakkan gelaran Piala Dunia 2026. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, memastikan siap memfasilitasi dan mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pecinta bola di Kota Soto, untuk menyaksikan pesta sepak bola akbar tersebut melalui siaran resmi LPP TVRI.

Saat ini, Pemkab Lamongan tengah mematangkan persiapan teknis, terutama dalam menentukan titik lokasi yang paling ideal agar jalannya nonton bareng (nobar) bisa berlangsung semarak namun tetap kondusif.

"Kami sangat mendukung penuh agenda nonton bareng Piala Dunia 2026 ini untuk mengakomodasi antusiasme masyarakat Lamongan. Saat ini kami masih mencari dan mengkaji lokasi nobar yang benar-benar cocok dan representatif," ujar Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes ini saat dikonfirmasi, Selasa (16/06/2026).

Meski tempat utama masih di kaji, Pak Yes membeberkan bahwa pilihan utama Pemkab mengarah pada area publik yang luas. Ada beberapa lokasi alternatif berupa ruang terbuka (open space) yang sedang dipertimbangkan karena dinilai sangat cocok dan nyaman bagi para pecinta bola.

"Ada beberapa lokasi alternatif ruang terbuka yang dapat digunakan untuk nonton bareng. Yang pasti, kami mencari tempat yang luas, aman, dan nyaman bagi masyarakat pecinta bola di Lamongan agar mereka bisa menikmati pertandingan dengan leluasa," jelasnya.

Selain kenyamanan tempat, faktor waktu penayangan juga menjadi perhatian serius orang nomor satu di Lamongan ini. Pihaknya akan memilah jadwal siaran agar tidak mengganggu aktivitas vital warga.

"Tentunya kita akan memilih jam siaran nobar Piala Dunia yang berada di luar jam-jam efektif kerja atau belajar. Ini penting agar produktivitas masyarakat tidak terganggu, namun hiburan dan kebersamaan tetap didapat," tambahnya.

Bukan sekadar ajang kumpul pecinta bola, Pak Yes meyakini pemilihan ruang terbuka sebagai lokasi nobar ini akan membawa efek domino yang besar bagi perekonomian lokal melalui pelibatan pedagang kaki lima dan sektor informal.

"Di sisi lain, kami sangat meyakini jika nobar Piala Dunia ini mampu menggerakkan atau menghidupkan para pelaku UMKM di Lamongan, terutama di tempat-tempat yang nanti dipilih sebagai lokasi nobar. Kerumunan massa yang positif ini akan menjadi berkah tersendiri bagi pedagang kecil," tutur Pak Yes dengan optimis.

Langkah responsif Bupati Yes ini menjadi bentuk konkret tindak lanjut daerah terhadap Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian Nomor 400.2.7/4657/SJ.

Melalui SE tersebut, Mendagri mengimbau para kepala daerah, baik gubernur, bupati, maupun wali kota, untuk memfasilitasi dan menginisiasi nobar Piala Dunia 2026 di lokasi strategis dan ruang publik sesuai kemampuan daerah masing-masing. Instruksi ini disampaikan Mendagri dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta.

Inisiatif pengaktifan ruang publik untuk nobar ini diproyeksikan mampu mendongkrak ekonomi nasional secara masif. Direktur Utama LPP TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari, mengestimasikan perputaran uang dari nobar nasional bisa menembus angka Rp 2,34 triliun. Simulasi tersebut dihitung dari potensi pemanfaatan 5.864 venue aktif di seluruh Indonesia selama 50 malam efektif, dengan melibatkan rata-rata empat UMKM di setiap titiknya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow