Hebat, di Tengah Keterbatasan Fasilitas Latihan, Atlet Sepak Takraw Bawean Gresik Raih Emas Kejurprov Jatim

"Melihat anak-anak berdiri di podium tertinggi dan menerima piala juara tingkat provinsi, rasanya seluruh perjuangan yang kami lakukan selama ini terbayar lunas. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan berprestasi," ujarnya, Senin (8/6/2026

08 Jun 2026 - 23:37
Hebat, di Tengah Keterbatasan Fasilitas Latihan, Atlet Sepak Takraw Bawean Gresik Raih Emas Kejurprov Jatim
Para pelajar atlet muda Sepak Takraw Bawean berhasil raih Emas Kejurprov Jatim 2026 (Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Keterbatasan fasilitas latihan hingga dampak pascagempa yang sempat mengganggu aktivitas olahraga tak mampu menghalangi langkah para pelajar asal Pulau Bawean untuk berprestasi. Berbekal kerja keras dan semangat pantang menyerah, Tim Sepak Takraw Gresik akhirnya sukses mempersembahkan medali emas pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sepak Takraw SMA Sederajat dan U-23 Jawa Timur 2026.

Prestasi membanggakan itu diraih setelah tim Gresik menaklukkan tuan rumah Kabupaten Malang dengan skor 2-1 pada partai final yang digelar di GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (07/06/2026).

Kemenangan tersebut sekaligus memastikan trofi juara Kejurprov dibawa pulang ke Kabupaten Gresik, sekaligus menjadi bukti bahwa atlet dari daerah kepulauan juga mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di tingkat provinsi.

Kepala SMAN 1 Sangkapura Bawean, Suwandi, mengaku terharu dan bangga melihat perjuangan para siswa yang selama ini berlatih dalam berbagai keterbatasan akhirnya berbuah prestasi gemilang.

"Melihat anak-anak berdiri di podium tertinggi dan menerima piala juara tingkat provinsi, rasanya seluruh perjuangan yang kami lakukan selama ini terbayar lunas. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan berprestasi," ujarnya, Senin (8/6/2026).

Menurut Suwandi, jalan menuju gelar juara tidaklah mudah. Para atlet harus berlatih dengan fasilitas yang jauh dari kata ideal. Bahkan hingga kini mereka belum memiliki lapangan indoor yang memadai untuk menunjang latihan secara maksimal.

Saat cuaca buruk melanda, latihan kerap terpaksa dihentikan atau dipindahkan ke area parkir sekolah. Kondisi tersebut semakin berat setelah gempa yang sempat mengguncang Bawean menyebabkan sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, termasuk area yang biasa digunakan untuk berlatih.

"Kalau hujan turun, latihan sering terhenti. Kadang anak-anak harus berlatih di area parkir sekolah yang kondisinya juga sudah mulai retak akibat gempa. Namun mereka tidak pernah mengeluh dan tetap berlatih dengan semangat luar biasa," tuturnya.

Selain menghadapi keterbatasan sarana, para atlet juga dituntut mampu membagi waktu antara kegiatan belajar di sekolah dengan jadwal latihan yang cukup padat menjelang kejuaraan.

"Justru dari berbagai keterbatasan itu mental mereka terbentuk. Mereka belajar disiplin, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan," tambahnya.

Keberhasilan tersebut juga mendapat apresiasi dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi. Ia menilai capaian atlet sepak takraw Bawean menjadi inspirasi bagi pelajar lain bahwa prestasi dapat diraih meski dengan fasilitas yang terbatas.

"Kami mengetahui perjuangan mereka tidak mudah, terutama dalam menyiasati keterbatasan sarana latihan. Namun mereka mampu membuktikan bahwa semangat, kerja keras, dan disiplin dapat mengalahkan segala keterbatasan," ujarnya.

Menurut Eko, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa potensi olahraga di wilayah kepulauan memiliki masa depan yang sangat menjanjikan apabila mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan.

"Keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi. Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berkembang dan berani bersaing di level yang lebih tinggi," tegasnya.

Eko berharap raihan emas Kejurprov ini menjadi awal lahirnya atlet-atlet sepak takraw unggulan dari Bawean dan Gresik yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional bahkan internasional.

"Cabang Dinas Pendidikan akan terus mendukung pembinaan atlet muda agar prestasi sepak takraw Gresik tidak berhenti di tingkat provinsi, tetapi bisa melangkah hingga level nasional," pungkasnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow