Progres Sekolah Rakyat Gresik Capai 71 Persen, Siswa Masuk Asrama 7 Juli 2026

"Hingga saat ini, progres pembangunan sudah mencapai 71 persen. Hasilnya cukup bagus dan pembangunan fisik terus berjalan. Kami juga terus berkoordinasi dengan dinas CKPKP agar seluruh tahapan bisa selesai sesuai jadwal," ujar dr. Ummi, Rabu (10/06/2026).

10 Jun 2026 - 20:59
Progres Sekolah Rakyat Gresik Capai 71 Persen, Siswa Masuk Asrama 7 Juli 2026
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani saat meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Gresik di Desa Raci Tengah Sidayu Gresik (Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Harapan ratusan anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan dan fasilitas belajar yang layak semakin dekat menjadi kenyataan. Pembangunan Sekolah Rakyat Berintegrasi di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, kini telah mencapai 71 persen dan ditargetkan mulai ditemati siswa pada pertengahan Juli 2026.

Sekolah yang digagas sebagai pusat pendidikan terpadu tersebut nantinya akan menampung peserta didik mulai jenjang SD, SMP hingga SMA dalam satu kawasan lengkap dengan fasilitas asrama.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gresik, dr. Ummi Khoiroh, mengatakan progres pembangunan fisik hingga awal Juni 2026 berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.

"Hingga saat ini, progres pembangunan sudah mencapai 71 persen. Hasilnya cukup bagus dan pembangunan fisik terus berjalan. Kami juga terus berkoordinasi dengan dinas CKPKP agar seluruh tahapan bisa selesai sesuai jadwal," ujar dr. Ummi, Rabu (10/06/2026).

Sekolah Rakyat Berintegrasi tersebut merupakan pengembangan dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik yang saat ini masih menempati lokasi sementara di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu. Ke depan, sekolah ini akan menjadi model pendidikan terpadu yang tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga pembinaan karakter melalui sistem asrama.

Selain fokus pada pembangunan gedung, Pemkab Gresik saat ini juga tengah melakukan penjangkauan calon siswa yang akan menempati sekolah tersebut. Proses itu dilakukan secara langsung oleh para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dengan mendatangi keluarga yang masuk kategori sasaran.

Sebanyak 148 pendamping PKH diterjunkan untuk memastikan calon peserta didik yang memenuhi syarat dapat terdata dan mendapatkan informasi secara menyeluruh terkait program Sekolah Rakyat. Penjangkauan dijadwalkan berlangsung hingga 15 Juni 2026.

Untuk tahun ajaran pertama, pemerintah menyiapkan kuota masing-masing 90 siswa pada jenjang SD, SMP dan SMA. Saat ini kuota SMP dan SMA telah terpenuhi, sementara kuota SD masih dalam proses penjaringan untuk mencapai target yang ditentukan.

Menurut dr. Ummi, setelah tahapan penjangkauan selesai, pemerintah akan melanjutkan proses verifikasi administrasi dan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh calon siswa.

"Setelah proses penjangkauan selesai, kami masuk ke tahap verifikasi data dan pemeriksaan kesehatan. Jika dinyatakan sehat serta memenuhi persyaratan, maka siswa akan dipersiapkan untuk masuk asrama," jelasnya.

dr. Ummi optimistis seluruh proses dapat berjalan sesuai rencana sehingga para siswa bisa mulai menempati asrama dan mengikuti kegiatan pendidikan pada pertengahan Juli mendatang.

"Kalau tidak ada kendala, pertengahan Juli nanti siswa sudah mulai masuk asrama. Waktunya tinggal sekitar satu bulan lagi, sehingga seluruh persiapan terus kami matangkan agar saat operasional dimulai semuanya sudah siap," pungkasnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow