Mengenal Goa Made Jombang: Situs Peninggalan Raja Airlangga Terkubur Misteri
Jombang, (afederasi.com) – Di tengah kawasan hutan Desa Made, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, tersembunyi sebuah situs bersejarah yang menyimpan misteri peradaban klasik Nusantara. Namanya Goa Made, sebuah bangunan kuno yang diperkirakan dibangun pada abad ke-10 hingga ke-11 Masehi atau era pemerintahan Raja Airlangga.
Situs ini bukanlah gua alami, melainkan struktur terowongan dari batu bata berukuran besar yang berada di bawah tanah. Kisah penemuannya pun tak kalah menarik, bermula dari warga yang mencari emas pada tahun 1980-an.
Menurut penuturan Fefi Irawati, juru pelihara Goa Made, situs ini pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh warga yang sedang berburu emas di kawasan hutan.
"Ini cerita dari ayah saya yang dulu menjadi juru pelihara Goa Made. Setelah penemuan itu, ramai sekali, sempat dikarciskan ," terangnya kepada media afederasi.com, Minggu (03/05/2026).
Namun, keramaian pengunjung yang tidak terkendali membuat Perhutani selaku pemilik lahan akhirnya menghentikan aktivitas tersebut. Kekhawatiran akan kerusakan hutan dan situs membuat kawasan itu sempat vakum.
Memasuki tahun 1990-an, seorang warga bernama Bakri (ayah Fefi) mendapatkan pembagian lahan pertanian di hutan yang ternyata tepat berada di lokasi situs.
"Kebetulan bapak dapat pas di lahan yang ada situsnya itu. Sejak itulah bapak saya membersihkan dan mulai perawatan, sampai akhirnya jadi juru pelihara," kenang Fefi.
Nama Goa Made mulai dikenal luas sekitar tahun 2000, setelah dilakukan penggalian arkeologis pertama yang bersifat survei umum. Penggalian lanjutan kemudian dilaksanakan pada tahun 2006 dan 2007.
Di Dalam Goa: Terowongan Bata, Topeng Perunggu, hingga Sarang Kelelawar
Goa Made memiliki bentuk unik, yakni lorong atau terowongan di bawah tanah yang dindingnya tersusun dari batu bata berukuran cukup besar.
"Bentuknya terowongan tanah, tapi di beberapa titik ada bangunan bata. Dalamnya lumayan, saya bisa berdiri di dalam kok," imbuh Fefi.
Dari hasil ekskavasi, para arkeolog menemukan sejumlah artefak berharga, seperti topeng perunggu, pecahan tembikar, fragmen porselen, dan tembaga.
"Saya ikut jadi tenaga lokal waktu ekskavasi. Kondisi di dalamnya pengap sekali karena jadi sarang kelelawar," ujarnya.
Ekskavasi terbesar terakhir berlangsung pada tahun 2007, pascagempa Yogyakarta. Saat itu, panjang lubang goa yang berhasil dibuka mencapai 40-50 meter.
Hingga kini, fungsi asli Goa Made masih menjadi perdebatan para arkeolog. Beberapa interpretasi pun muncul:
1. Saluran air (sistem hidrolik kuno)
2. Bunker atau bangunan pertahanan
3. Tempat persembunyian
4. Terowongan ritual atau penghubung antar bangunan
"Ada yang menyebut saluran air, ada yang menyebut bunker, ada juga yang menyebut tempat persembunyian, atau terowongan," tambah Fefi.
Sayangnya, kondisi Goa Made saat ini sudah tidak memungkinkan untuk dimasuki. Tanah di sekitar situs sangat rentan dan berbahaya bagi manusia.
Salah satu lubang hasil ekskavasi di sisi timur bahkan sudah ambruk atau ambles. Saat ini, hanya tersisa satu lubang utuh di bagian tengah.
"Kalau sekarang tinggal satu lubang yang utuh di tengah, lubang di sisi timur sudah ambles. Namun, tetap kita jaga kebersihannya," paparnya.
Fefi menambahkan untuk hasil ekskavasi di situs goa made di bawa ke museum Majapahit Trowulan Mojokerto dan kenapa ekskavasi di situs goa Made di hentikan karena kendala perjin kaena lokasi situs bearada di kawasan hutan milik Perhutani.
"Pada saat penggalian situs Goa Made pada tahun 2007 tersebut, bersamaan dengan peristiwa gempa di Yogyakarta takutnya sampai sini di situs Goa Made, " pugkasnya.
Bagi Anda yang tertarik menyaksikan langsung Situs Goa Made di Desa Made, Kecamatan Kudu, Jombang, perlu diingat bahwa Anda tidak bisa masuk ke dalam goa. Namun, Anda tetap bisa melihat struktur dari luar dan belajar sejarah dari juru pelihara setempat.
Situs ini menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Jombang menyimpan peradaban gemilang dari era Raja Airlangga, yang sayangnya masih belum tergarap maksimal sebagai destinasi wisata edukasi.(san)
What's Your Reaction?

