Jari Pasien Puskesmas Tikung Lamongan Bengkak akibat Cincin, Petugas Damkar Turun Tangan

Kronologi bermula saat perawat puskesmas mendapati jari Sutikah yang membengkak. Pihak medis sempat berupaya melepaskan cincin tersebut dengan metode darurat, namun usaha itu tidak membuahkan hasil. Khawatir kondisi jari pasien semakin parah, perawat kemudian berinisiatif menghubungi Kantor Damkar Korwil Lamongan pada pukul 09.33 WIB.

19 Jun 2026 - 10:49
Jari Pasien Puskesmas Tikung Lamongan Bengkak akibat Cincin, Petugas Damkar Turun Tangan
Petugas Damkar Lamongan saat menggunakan tang pemotong khusus untuk mengevakuasi cincin yang menjepit jari seorang pasien lansia yang membengkak di Puskesmas Tikung. (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Korwil Lamongan berhasil mengevakuasi sebuah cincin yang menjepit jari seorang lansia di Puskesmas Tikung, Kabupaten Lamongan, Kamis (18/6/2026) pagi. Evakuasi ini dilakukan setelah jari pasien tersebut mengalami pembengkakan hebat akibat cincin yang sudah lama tidak bisa dilepas.

Pasien diketahui bernama Sutikah (70), warga Dusun Leboyo, Desa Balongwangi, Kecamatan Tikung. Korban yang saat itu sedang menjalani rawat inap di Puskesmas Tikung membuat pihak medis kewalahan lantaran kondisi jarinya kian memburuk akibat sumbatan aliran darah dari cincin tersebut.

Kronologi bermula saat perawat puskesmas mendapati jari Sutikah yang membengkak. Pihak medis sempat berupaya melepaskan cincin tersebut dengan metode darurat, namun usaha itu tidak membuahkan hasil. Khawatir kondisi jari pasien semakin parah, perawat kemudian berinisiatif menghubungi Kantor Damkar Korwil Lamongan pada pukul 09.33 WIB.

Merespons laporan darurat tersebut, tim rescue yang terdiri dari Vihan S, M. Luqman, Ahmad Wildan, dan Malinda KW langsung bergerak cepat. Berangkat pukul 09.35 WIB, petugas tiba di lokasi 15 menit kemudian dan langsung mempersiapkan peralatan evakuasi.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Lamongan, Achmad Edwyn Anedi, menyampaikan bahwa tindakan penyelamatan ini harus dilakukan secara ekstra hati-hati mengingat kondisi jari pasien yang sudah bengkak dan sensitif.

"Setelah menerima laporan dari perawat puskesmas, petugas jaga Damkar Korwil Lamongan langsung diterjunkan ke lokasi. Karena kondisi jarinya sudah membengkak, petugas melakukan evakuasi dengan cara memotong cincin tersebut menggunakan tang khusus," ujar Edwyn saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026) pagi

Proses pemotongan cincin berlangsung dramatis namun berjalan dengan penuh ketelitian. Dalam waktu sekitar 20 menit, tepatnya pada pukul 10.10 WIB, cincin logam tersebut akhirnya berhasil dipotong dan dilepaskan dari jari Sutikah.

"Alhamdulillah, berkat kesigapan petugas di lapangan, proses evakuasi berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali. Cincin berhasil dilepas tanpa melukai jari pasien lebih lanjut," pungkasnya. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow