Hendak Salat Subuh, Warga Temukan Jenazah Pria Tanpa Identitas di Mushola Al Hidayah
Seorang pria asal Pacitan ditemukan meninggal dunia di serambi Mushola Al Hidayah, Tulungagung. Polisi pastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.
Tulungagung, (afederasi.com)– Warga Dusun Cerme, Desa Gamping, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, digegerkan dengan penemuan sesosok pria yang meninggal dunia di serambi Mushola Al Hidayah, Kamis (11/6/2026). Korban diketahui meninggal dunia tepat setelah warga menunaikan ibadah salat Subuh.
Kapolsek Campurdarat, AKP Marsid, menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika seorang warga berinisial S mendapati pria tersebut sedang tertidur di serambi mushola sekitar pukul 04.30 WIB. Saksi sempat berusaha membangunkan pria itu, namun tidak ada respons.
"Setelah dicek lebih lanjut, ternyata korban sudah tidak bernapas. Saksi kemudian memberitahukan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada kami," ujar AKP Marsid.
Menanggapi laporan tersebut, personel Polsek Campurdarat bersama Tim Inafis Polres Tulungagung dan petugas medis Puskesmas Campurdarat segera mendatangi lokasi. Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan fisik terhadap korban.
Hasil pemeriksaan awal Tim Inafis menunjukkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Di lokasi kejadian, petugas hanya menemukan sejumlah obat-obatan di dalam saku korban, yaitu Diclofenac Sodium dan Molacort.
"Obat-obatan tersebut merupakan pereda nyeri dan antiradang yang biasanya diresepkan untuk kondisi kesehatan tertentu," terang Marsid.
Sempat kesulitan mengungkap identitas korban, polisi akhirnya berhasil mendapatkan titik terang melalui pemeriksaan alat Mambis (Mobile Automated Multi-Biometric Identification System). Korban diketahui bernama Purbandono (53), warga Dusun Caruban, Desa Gembong, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan.
Guna memastikan penyebab kematian secara medis, jenazah korban langsung dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung.
"Kami sudah melakukan visum untuk memastikan penyebab kematiannya. Saat ini, kami juga tengah berupaya menghubungi pihak keluarga korban di Pacitan," pungkasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kronologi keberadaan korban di wilayah tersebut.(riz/dn)
What's Your Reaction?

