Harga Sayur Mayur Fluktuatif, Cabai Turun, Timun Meroket

22 Jul 2026 - 14:55
Harga Sayur Mayur Fluktuatif,  Cabai Turun, Timun Meroket
Rahayu pedagangdi pasar legi Jombang saat melayani pembeli, Rabu (22/07/2026). (Foto:Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jombang dalam sepekan terakhir ternyata membawa dampak ganda pada harga sayur mayur di Pasar Legi. Jika biasanya cuaca buruk memicu kenaikan harga, kali ini justru sejumlah komoditas mengalami penurunan signifikan, sementara beberapa lainnya justru meroket.

Berdasarkan pantauan langsung di Pasar Legi, Rabu (22/07/2026), harga cabai rawit dan cabai keriting turun drastis. Rahayu, salah satu pedagang sayur di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa harga cabai rawit kini berada di kisaran Rp 40.000 per kilogram, turun dari pekan sebelumnya yang mencapai Rp 48.000 per kilogram.

"Penurunan ini karena pasokan cabai melimpah. Para petani sedang masa panen raya, jadi stok di pasar sangat banyak," terang Rahayu kepada media afederasi.com.
Berikut perbandingan harga sejumlah komoditas sayur mayur dan bahan pokok di Pasar Legi:

Komoditas

Harga Saat Ini (Rp/Kg)

Harga Sebelumnya (Rp/Kg)

Perubahan

Cabe Rawit

40.000

48.000

Turun

Cabe Keriting (B)

32.000

35.000

Turun

Tomat

7.000

10.000

Turun

Bawang Merah (B)

30.000

38.000

Turun

Bawang Putih

30.000

35.000

Turun

Sawi Hijau

8.000

12.000

Turun

Wortel

18.000

14.000

Naik

Timun

18.000

8.000

Naik Signifikan

Telur Ayam

26.000

23.000

Naik

Kol/Kobis

10.000

8.000

Naik

Terong

10.000

7.000

Naik

Kacang Panjang

12.000

10.000

Naik

Kentang (B)

20.000

18.000

Naik

Meski sebagian besar komoditas turun, Rahayu menyoroti kenaikan harga timun yang paling mencolok. "Timun naik signifikan, dari Rp 8.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram. Wortel juga naik dari Rp 14.000 menjadi Rp 18.000. Harga telur ayam juga sudah naik sejak seminggu lalu dari Rp 23.000 menjadi Rp 26.000," paparnya.

Menurut Rahayu, kenaikan harga timun dan wortel disebabkan oleh terganggunya pasokan akibat cuaca ekstrem yang mempengaruhi hasil panen petani setempat. Sementara itu, kenaikan harga telur dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang akhir pekan serta faktor biaya pakan ternak.

Pedagang pun berharap cuaca segera normal agar pasokan sayuran kembali stabil dan harga bisa terkendali. "Kami sebagai pedagang juga berharap harga tidak terlalu fluktuatif, karena pembeli juga pilih-pilih kalau harga tinggi," tutup Rahayu.

Bagi ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner di Jombang, fluktuasi harga ini menjadi tantangan tersendiri. Beberapa pembeli mengaku mulai menyesuaikan belanja dengan memilih komoditas yang harganya sedang turun, seperti cabai dan bawang.

"Syukurlah cabai turun, lumayan buat stok masakan. Tapi timun naik banget, jadi saya kurangi beli timun untuk sementara," ujar Siti, salah satu pengunjung Pasar Legi.

Di konfirmasi terpisah Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Bahan Pokok Penting Disdagrin Jombang, Hikha Ratri Widyashanti, S.Sos, mengatakan dari laporan teman teman di pasar pantauan, memang sayuran ada yang mengalami kenaikan dipicu oleh faktor cuaca ekstrem dan terganggunya alur distribusi dari daerah pemasok.

“ Untuk menekan lonjakan harga agar tidak membebani daya beli masyarakat, Disdagrin Jombang rutin melakukan pemantauan evaluasi harga di pasar-pasar pantauan, “ pungkasnya. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow