Janda di Gresik Belajar Bikin Pai Buah Lokal, Siwalan Disulap Jadi Peluang Usaha
“Saya senang bisa mengikuti pelatihan ini karena memberikan tambahan keterampilan. Harapannya ilmu yang didapat bisa menjadi usaha di rumah sehingga dapat membantu penghasilan tambahan dan bisa ditabung,” katanya.
Gresik, (afederasi.com) - Belasan janda dan ibu rumah tangga di Kabupaten Gresik mendapat bekal keterampilan baru yang berpotensi menjadi sumber penghasilan. Bertepatan dengan peringatan Hari Janda Internasional (International Widows Day), mereka mengikuti pelatihan pembuatan kue pai dengan topping aneka buah lokal, Senin (22/06/2026).
Pelatihan yang digelar PADMA Indonesia bersama Universitas Muhammadiyah Gresik di rumah produksi salah satu pelaku usaha jajanan di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, itu menjadi upaya nyata mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan rentan agar mampu mandiri melalui usaha rumahan.
Tak sekadar belajar membuat pai, para peserta juga diajak memanfaatkan kekayaan hasil bumi daerah. Beragam buah lokal seperti nanas, mangga, buah naga hingga siwalan buah khas Gresik diolah menjadi topping yang menarik dan memiliki nilai jual.
Mentor pelatihan, Umaimah, mengatakan penggunaan buah lokal dipilih untuk mengubah pola pikir masyarakat yang selama ini lebih banyak bergantung pada buah impor.
“Kami sengaja menggunakan buah lokal sebagai topping pai agar masyarakat semakin mencintai produk lokal. Selama ini banyak yang bergantung pada buah impor, padahal buah lokal rasanya juga manis, segar, dan sangat cocok dipadukan dengan berbagai jenis kue jajanan,” ujarnya.
Antusiasme terlihat dari para peserta. Salah satunya, Istichomah, mengaku pelatihan tersebut membuka peluang baginya untuk merintis usaha dari rumah sekaligus menambah pemasukan keluarga.
“Saya senang bisa mengikuti pelatihan ini karena memberikan tambahan keterampilan. Harapannya ilmu yang didapat bisa menjadi usaha di rumah sehingga dapat membantu penghasilan tambahan dan bisa ditabung,” katanya.
Ketua PADMA Indonesia, Abdullah Sidiq Notonegoro, menjelaskan kegiatan ini sengaja digelar menjelang Hari Janda Internasional yang diperingati setiap 23 Juni sebagai bentuk dukungan terhadap perempuan, khususnya janda dan ibu rumah tangga, agar memiliki kemandirian ekonomi.
“Kami ingin mereka memiliki keterampilan, mampu menghasilkan produk sendiri, kemudian memasarkannya sehingga bisa memperoleh penghasilan secara mandiri,” jelasnya.
Komitmen pendampingan tidak berhenti pada pelatihan. PADMA Indonesia juga berencana mengawal peserta hingga produknya siap dipasarkan dengan membantu pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikasi halal.
“Kami akan secara berkelanjutan mengawal dan memberikan pendampingan, termasuk pembuatan NIB dan sertifikat halal,” tegas Sidiq.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengubah keterampilan sederhana menjadi usaha produktif yang berkelanjutan, sekaligus mengangkat nilai ekonomi buah-buah lokal sebagai identitas dan potensi unggulan daerah.(frd)
What's Your Reaction?

