Ziarah ke Makam Gus Dur, Kapolri dan Forkopimda Jombang Perkuat Sinergi Kebangsaan

22 Jun 2026 - 10:13
Ziarah ke Makam Gus Dur, Kapolri dan Forkopimda Jombang Perkuat Sinergi Kebangsaan
Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026 , Sabtu (20/06/2026). (Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Suasana khidmat menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (20/6/2026). Bupati Jombang, Warsubi, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Jombang menerima kedatangan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rangka kunjungan kerja sekaligus ziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026 mendatang.

Kehadiran orang nomor satu di institusi Polri ini disambut hangat oleh Pemerintah Kabupaten Jombang. Bupati Warsubi menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kunjungan ini, yang tidak hanya menjadi kehormatan tersendiri bagi masyarakat Jombang, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, ulama, dan jajaran kepolisian.

"Kami atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Jombang menyambut baik kunjungan Bapak Kapolri. Ziarah ini menjadi pengingat penting bagi kita semua, untuk terus menjaga warisan perjuangan, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan yang diteladankan oleh almarhum Gus Dur," ujar Bupati Warsubi.

Dalam kunjungannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didampingi langsung oleh Bupati Jombang Warsubi dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Prosesi ziarah berlangsung dengan penuh kekhidmatan di area pemakaman keluarga besar Pondok Pesantren Tebuireng. Rangkaian doa bersama dipimpin oleh K.H. Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, selaku pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.

Usai memanjatkan doa, rombongan melanjutkan prosesi tabur bunga di beberapa makam tokoh nasional yang disemayamkan di kompleks tersebut, yaitu makam Gus Dur, makam pendiri Nahdlatul Ulama (NU) sekaligus pahlawan nasional KH Hasyim Asy'ari (kakek Gus Dur), serta makam KH A Wahid Hasyim (ayah Gus Dur) yang juga merupakan tokoh penting dalam sejarah perjuangan bangsa.

Kapolri menegaskan bahwa ziarah ini merupakan bagian dari upaya institusi Polri untuk menyerap nilai-nilai kepemimpinan dan perjuangan para pendiri bangsa. Kegiatan ini menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran Polri dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara . "Ziarah ini untuk menyerap nilai-nilai para pemimpin bangsa sebagai warisan bagi NKRI dan Polri," tegas Kapolri dalam keterangannya .

Ziarah yang digelar menjelang Hari Bhayangkara ini juga menjadi momen refleksi sejarah yang penting bagi institusi Polri. Dalam sambutannya, Kapolri mengingatkan bahwa di bawah kepemimpinan Gus Dur sebagai Presiden Republik Indonesia pada periode 1999–2001, kemandirian institusi Polri secara konstitusional dikukuhkan melalui Ketetapan MPR Nomor VI Tahun 2000 tentang Pemisahan TNI dan Polri.

Kebijakan bersejarah tersebut menjadi tonggak penting yang memisahkan Polri dari TNI, menjadikannya institusi yang mandiri dan profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat dan visi Gus Dur yang konsisten memperjuangkan nilai-nilai pluralisme, toleransi, dan demokrasi .

Usai melaksanakan rangkaian ziarah di Tebuireng Jombang, Kapolri dijadwalkan melanjutkan rangkaian ziarah ke makam Presiden ke-1 RI Ir. Soekarno yang terletak di Blitar, dan kemudian ke makam Presiden ke-2 RI HM Soeharto di Karanganyar. Rangkaian ziarah ke makam para mantan presiden ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk terus meneladani semangat juang dan kepemimpinan para tokoh bangsa dalam membangun dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia .

Rombongan Kapolri yang hadir dalam kunjungan tersebut juga terdiri dari Kapolda Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya, serta sejumlah pejabat utama dari Polda Jawa Timur dan Polres Jombang . Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dengan tokoh agama dan masyarakat, sekaligus menjadi simbol komitmen Polri dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow