Gegara Masalah Lisensi Finansial, Persela Lamongan Harus Start Musim Baru dengan Poin Minus

"Empat aspek sudah terpenuhi, antara lain aspek olahraga, infrastruktur, hukum, kemudian personalia dan administrasi. Aspek keuangan yang menjadi masalah, karena kami tidak memegang data tahun 2025 yang menjadi audit," jelasnya menambahkan.

22 Jun 2026 - 18:53
Gegara Masalah Lisensi Finansial, Persela Lamongan Harus Start Musim Baru dengan Poin Minus
Logo Persela Lamongan (Iyan Farikh/afederasi.com)

Lamongan, (afederasi.com) – Kabar mengejutkan datang menjelang bergulirnya kompetisi musim baru. Persela Lamongan dipastikan harus memulai perjuangan mereka di kasta kompetisi dengan sanksi pengurangan satu poin (-1). Hukuman ini dijatuhkan akibat belum terpenuhinya aspek finansial dalam proses audit lisensi klub PSSI, sebuah nasib yang juga dialami oleh tujuh klub kontestan lainnya. Senin, (22/6/2026).

Pihak manajemen Laskar Joko Tingkir menyatakan telah berupaya maksimal untuk memenuhi seluruh regulasi reguler yang ditetapkan oleh komite lisensi. Dari lima aspek krusial yang dipersyaratkan, Persela sejatinya berhasil meloloskan mayoritas indikator penilaian.

Media Officer (MO) Persela Lamongan, Fachrudin Ainun, membenarkan adanya sanksi tersebut dan memberikan penjelasan mendalam terkait kendala yang dihadapi oleh tim kebanggaan warga Lamongan ini.

"Manajemen sudah berusaha maksimal untuk menyelesaikan seluruh aspek utama yang dipersyaratkan dalam lisensi klub," ujar Fachrudin saat memberikan konfirmasi. Senin, (22/6/2026) sore.

Menurut Fachrudin, transisi dalam tubuh manajemen Persela menjadi salah satu faktor yang menghambat proses pengerjaan lisensi klub. Khususnya dari segi laporan keuangan.

"Empat aspek sudah terpenuhi, antara lain aspek olahraga, infrastruktur, hukum, kemudian personalia dan administrasi. Aspek keuangan yang menjadi masalah, karena kami tidak memegang data tahun 2025 yang menjadi audit," jelasnya menambahkan.

Ketiadaan dokumen laporan keuangan tahun 2025 tersebut berujung pada keputusan pahit dari Komdis PSSI "Dampaknya, Persela harus memulai kompetisi musim depan dengan minus satu poin," tegas Fachrudin.

Meski harus mengawali kompetisi dari posisi yang kurang menguntungkan, pihak manajemen enggan larut dalam kekecewaan. Sanksi ini akan dijadikan momentum evaluasi besar-besaran agar tata kelola klub semakin sehat dan profesional ke depannya.

"Bagaimanapun, ini keputusan yang harus kita terima, dan menjadi pembelajaran ke depan, untuk mengelola tim dengan lebih profesional," pungkas Fachrudin.

Persela Lamongan tidak sendirian menghadapi situasi ini. Terdapat total delapan klub yang dijatuhi hukuman pengurangan poin bervariasi karena gagal memenuhi standardisasi lisensi secara penuh.

Daftar klub tersebut antara lain PSBS Biak yang dikurangi 4 poin, Persiba Balikpapan dikurangi 3 poin, dan PSIS Semarang dikurangi 2 poin. Sementara itu, lima tim lainnya sama-sama dikurangi 1 poin, yaitu Kendal Tornado FC, Persiraja Banda Aceh, Persiku Kudus, Sumsel United, termasuk Persela Lamongan sendiri. (yan)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow