Bobol Ruang Praktik SMK Taman Siswa, Pencuri Motor di Tulungagung Diringkus Polisi
Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota berhasil menangkap MFB (25), pelaku pencurian sepeda motor di SMK Taman Siswa. Simak kronologi penangkapannya di sini.
Tulungagung, (afederasi.com) - Unit Reskrim Polsek Tulungagung Kota berhasil mengungkap kasus pencurian motor yang menyasar lingkungan pendidikan di SMK Taman Siswa, Kelurahan Tamanan. Pelaku berinisial MFB (25) diringkus petugas di kediamannya beserta barang bukti satu unit kendaraan milik sekolah.
Kepolisian bergerak cepat setelah menerima laporan kehilangan satu unit sepeda motor Yamaha Mio berwarna hitam dengan nomor polisi AG 4871 SV. Pelaku yang merupakan warga Kelurahan Karangwaru tersebut tidak berkutik saat polisi mengepung rumahnya pada Rabu (6/5/2026) pagi.
Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Puji Hartanto, mengonfirmasi bahwa penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif selama sepekan terakhir. Menurutnya, identitas pelaku mulai terendus petugas setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menghimpun keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian.
"Pelaku berhasil kami amankan di rumahnya tanpa perlawanan berarti," ujar Kompol Puji Hartanto dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).
Aksi pencurian ini pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah pada Minggu (26/4/2026) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB. Saat sedang berpatroli rutin, saksi merasa curiga melihat pintu salah satu ruang praktik sekolah dalam kondisi terbuka dan rusak.
"Saksi melihat pintu ruangan sudah terbuka paksa," kata Kompol Puji menjelaskan kronologi penemuan awal.
Begitu dicek ke dalam ruangan, sepeda motor operasional sekolah yang biasanya terparkir di sana sudah raib dari tempatnya.
Pihak sekolah segera melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Tulungagung Kota. Menindaklanjuti laporan itu, Kanit Reskrim Iptu Sutrisno memimpin tim untuk melakukan pengejaran hingga akhirnya pelaku teridentifikasi pada Selasa (5/5/2026) malam.
Dalam penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti pendukung berupa STNK, BPKB, serta grendel dan gembok pintu yang telah rusak akibat dicongkel paksa oleh pelaku. Barang bukti ini memperkuat dugaan adanya unsur pemberatan dalam aksi pencurian tersebut.
"Saat ini pelaku sudah kami tahan untuk proses penyidikan lebih lanjut," tutur Puji Hartanto. Kepolisian kini tengah mendalami apakah pelaku terlibat dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di lokasi lain atau beraksi seorang diri.
Menutup keterangannya, Kompol Puji mengimbau kepada pengelola instansi pendidikan dan masyarakat luas untuk memperketat sistem keamanan lingkungan. Ia menekankan pentingnya penggunaan kunci ganda dan memastikan kondisi gembok gerbang dalam keadaan prima guna mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas.(dn)
What's Your Reaction?



