Santri MTs Al Amin Ditemukan Meninggal di Belakang Ponpes, Bermula dari Teguran soal Laptop

Korban sempat mengatakan kepada teman-temannya bahwa dirinya malu dan ingin mengakhiri hidup. Namun saat itu saksi mengira korban hanya bercanda,” ujar AKP Ekhwan.

07 May 2026 - 17:55
Santri MTs Al Amin Ditemukan Meninggal di Belakang Ponpes, Bermula dari Teguran soal Laptop
petugas saat melakukan olah tempat kejadian di belakang Ponpes Al Amin Kedamean Gresik (Istimewa/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) – Suasana Pondok Pesantren Al Amin di Dusun Glombok Wetan, Desa Mojowuku, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, mendadak berubah duka pada Rabu (06/05/2026) sore. Seorang santri berinisial RAS, asal Surabaya, ditemukan meninggal dunia di area belakang pondok sekitar pukul 17.49 WIB.

Korban diketahui masih duduk di bangku kelas 9 MTs Al Amin. Kejadian tragis itu menyisakan kesedihan mendalam bagi para santri, pengasuh pondok, hingga warga sekitar yang ikut menyaksikan proses evakuasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban diketahui sedang bermain laptop di area musala pondok pesantren. Padahal, laptop tersebut seharusnya berada di ruang laboratorium.

Pengasuh pondok kemudian menegur korban agar mengembalikan laptop ke tempat semestinya. Teguran itu diduga membuat korban merasa malu.

Kapolsek Kedamean, AKP Ekhwan, mengatakan usai mendapat teguran, korban sempat menyampaikan ucapan kepada rekan-rekannya yang kala itu dianggap hanya candaan.

“Korban sempat mengatakan kepada teman-temannya bahwa dirinya malu dan ingin mengakhiri hidup. Namun saat itu saksi mengira korban hanya bercanda,” ujar AKP Ekhwan.

Tak lama kemudian, salah satu saksi melihat korban membawa tali tampar dari gudang pondok menuju area pekarangan belakang pesantren. Namun tidak ada yang menaruh curiga berlebihan.

Kepanikan mulai muncul ketika korban tak kunjung kembali. Sejumlah santri lalu berinisiatif mencari keberadaan RAS di sekitar area pondok.

Pencarian itu berakhir pilu. Rekan-rekan korban menemukan RAS dalam kondisi sudah tidak bernyawa di area belakang pondok. Suasana sontak berubah histeris. Tangis pecah di lokasi saat para santri menyadari teman mereka telah pergi untuk selamanya.

Petugas Polsek Kedamean yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan proses evakuasi bersama warga sekitar.

“Kami langsung mengamankan lokasi dan melakukan evakuasi jenazah. Saat ini masih dilakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut terkait peristiwa tersebut,” jelas AKP Ekhwan.

Usai dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah sakit guna pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow