Cuaca Panas dan Kering, Damkarla Gresik Ingatkan Bahaya Bakar Sampah Tampa Pengawasan

"Di tengah cuaca panas seperti sekarang, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan sangat berisiko merembet, terutama ke rumput atau alang-alang yang kondisinya kering,” kata Suyono.

20 Jul 2026 - 19:49
Cuaca Panas dan Kering, Damkarla Gresik Ingatkan Bahaya Bakar Sampah Tampa Pengawasan
Petugas Damkarla saat berjuang memadamkan kebakaran alang-alang yang dipicu bakar sampah tanpa pengawasan (Ist/afederasi.com)

Gresik, (afederasi.com) - Cuaca panas dan kondisi material yang mudah terbakar meningkatkan risiko kebakaran di Kabupaten Gresik. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan dan tidak meninggalkan aktivitas pembakaran sampah tanpa pengawasan.

Imbauan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik, Suyono, menyusul kebakaran yang terjadi di RT 04/RW 06, Dusun Kajar, Desa Gadingwatu, Kecamatan Menganti, Minggu (19/07/2026) sore.

Dalam kejadian tersebut, api diduga berasal dari pembakaran sampah di area lapang yang dilakukan tanpa pengawasan. Api kemudian merembet ke alang-alang di sekitarnya.

“Di tengah cuaca panas seperti sekarang, kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan. Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan sangat berisiko merembet, terutama ke rumput atau alang-alang yang kondisinya kering,” kata Suyono.

Kebakaran tersebut dilaporkan sekitar pukul 16.23 WIB. Setelah menerima laporan, personel Damkarla Gresik Pos Menganti langsung bergerak menuju lokasi dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai.

Petugas tiba sekitar pukul 16.41 WIB dan langsung melakukan pemadaman secara menyeluruh. Setelah memastikan seluruh titik api padam dan tidak ada potensi api kembali menyala, proses penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 18.08 WIB.

Suyono mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan lokasi ketika sedang membakar sampah. Menurutnya, api harus dipastikan benar-benar padam sebelum warga meninggalkan tempat pembakaran.

“Kalau memang terpaksa membakar sampah, harus dilakukan di tempat yang aman, jauh dari material mudah terbakar, dan wajib diawasi sampai api benar-benar padam. Jangan meninggalkan api begitu saja,” tegasnya.

Dia juga meminta masyarakat segera melapor apabila melihat kebakaran atau titik api yang berpotensi meluas. Kecepatan laporan akan membantu petugas melakukan penanganan sedini mungkin.

“Jangan menunggu api membesar. Segera laporkan jika melihat kebakaran agar bisa cepat kami tangani dan tidak merembet lebih luas,” ujarnya.

Berdasarkan data Damkarla Kabupaten Gresik, hingga 19 Juli 2026 tercatat sebanyak 34 kejadian kebakaran selama bulan Juli. Sementara itu, jumlah kejadian rescue atau penyelamatan mencapai 73 kejadian.

Suyono menambahkan, tingginya jumlah kejadian kebakaran tersebut menjadi pengingat pentingnya peran masyarakat dalam pencegahan. Kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran sembarangan dinilai menjadi langkah sederhana yang dapat mencegah kebakaran.

“Keselamatan harus menjadi perhatian bersama. Jangan menganggap remeh api, karena kebakaran sering kali bermula dari hal kecil yang tidak diawasi,” pungkasnya.(frd)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow