Terbukti Curang, Gelar Juara 1 Tim Gimbal Urang Resmi Dicabut Panitia DFT 3 Gresik
"Panitia memutuskan mencabut gelar Juara 1 yang sebelumnya diraih Tim Gimbal Urang. Seluruh bentuk penghargaan berupa piala, piagam, dan hadiah uang juga telah ditarik kembali," tegas Luqman.
Gresik, (afederasi.com) – Panitia penyelenggara Dalegan Fishing Tournament (DFT) 3 resmi mencabut gelar Juara 1 yang sebelumnya diraih Tim Gimbal Urang. Keputusan tersebut diambil setelah muncul polemik terkait video strike ikan milik tim pemenang yang dinilai tidak memenuhi aturan perlombaan.
Perwakilan panitia, Luqman Khakim, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta atas kegaduhan yang terjadi. Ia mengakui polemik tersebut terjadi akibat kelalaian panitia dalam proses verifikasi video yang dikirimkan peserta.
"Permasalahan ini murni disebabkan kurang telitinya panitia dalam melakukan verifikasi terhadap video yang menjadi dasar penilaian," ujar Luqman, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, panitia telah menginvestigasi terhadap nakhoda dan tim peserta yang bersangkutan. Klarifikasi juga dilakukan dengan menghadirkan pihak terkait di Polsek Panceng.
Berdasarkan hasil investigasi tersebut, panitia memutuskan mencabut status Juara 1 Tim Gimbal Urang. Seluruh penghargaan yang telah diberikan, mulai dari piala, piagam, hingga hadiah uang tunai, juga telah ditarik kembali.
"Panitia memutuskan mencabut gelar Juara 1 yang sebelumnya diraih Tim Gimbal Urang. Seluruh bentuk penghargaan berupa piala, piagam, dan hadiah uang juga telah ditarik kembali," tegas Luqman.
Selain pencabutan gelar, panitia juga meminta tim yang bersangkutan membuat video klarifikasi sebagai bentuk pertanggungjawaban. Rekaman tersebut akan dibagikan kepada seluruh perwakilan tim peserta demi menjaga transparansi.
Luqman menegaskan, kejadian tersebut murni merupakan kelalaian dalam proses penyelenggaraan dan tidak terdapat unsur kerja sama maupun keberpihakan panitia terhadap tim yang sebelumnya dinyatakan sebagai juara.
Atas insiden tersebut, panitia bersama Tim Kompag menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta DFT 3.
"Semoga kejadian ini menjadi evaluasi dan pelajaran penting agar penyelenggaraan turnamen serupa ke depan lebih profesional, transparan, dan teliti," katanya.
Sementara, dihubungi via telepon M Habib, peserta yang sebelumnya protes, mengaku setuju banget dengan keputusan panitia yang telah mencabut status juara tim Gimbal Urang. Ia berharap polemik tersebut tidak terulang di kemudian hari.
"Saya setuju banget dengan keputusan panitia, harapannya kecurangan tersebut tidak terulang lagi di turnamen turnamen berikutnya, " ungkap M Habib saat dihubungi via telepon.
Selanjutnya, gelar juara 1 dialihkan ke juara 2 kemarin menang dan seterusnya sampai juara 10.
Sebelumnya, pelaksanaan DFT 3 di perairan Dalegan menuai protes dari sejumlah peserta terkait penetapan Juara 1. Keberatan muncul setelah beredar video strike ikan milik tim pemenang yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan perlombaan.
Dalam video tersebut, ikan yang diangkat ke atas perahu terlihat tidak memberikan perlawanan sehingga diduga sudah dalam kondisi mati sebelum didaratkan.
"Video memperlihatkan ikan pemenang tidak memberikan perlawanan saat diangkat ke atas perahu sehingga diduga sudah dalam kondisi mati. Hal itu dinilai melanggar syarat perlombaan," ujar M. Habib, peserta dari Sidayu Fishing Community (SFC), Senin (20/7/2026).
Habib menduga terdapat indikasi kecurangan karena ikan baramundi yang baru terkena pancing umumnya masih melakukan perlawanan kuat saat ditarik menggunakan joran.
"Dugaan kecurangan tersebut mencoreng penyelenggaraan Dalegan Fishing Tournament 3," tegasnya.
Ia juga mengaku kecewa karena keberatan yang disampaikan sejumlah peserta tidak langsung ditindaklanjuti oleh panitia. Padahal, turnamen tersebut diikuti sekitar 185 tim dari berbagai daerah, seperti Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.
Masing-masing tim membayar biaya pendaftaran sebesar Rp1,5 juta, dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp45 juta.
Habib sebelumnya meminta panitia membatalkan kemenangan tim yang diduga melakukan pelanggaran dan menetapkan juara baru berdasarkan hasil tangkapan terberat berikutnya.
"Saya meminta kemenangan tim tersebut dibatalkan karena terindikasi melanggar aturan. Ada 10 nominasi, sehingga juara pertama seharusnya diberikan kepada peserta dengan hasil tangkapn terberat berikutnya," pungkasnya. (Frd)
What's Your Reaction?

