Wabup Dukung Kontingen MI Tulungagung Berlaga di Porseni Jatim
Tulungagung, (afederasi.com) - Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menyatakan dukungan penuhnya kepada siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang akan mewakili Kabupaten Tulungagung dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) tingkat Jawa Timur di Jember, Juni mendatang. Ia berharap para pelajar dari Kota Marmer ini mampu mengukir prestasi membanggakan.
“Kami sangat mendukung siswa-siswi MI Tulungagung agar tampil maksimal di Porseni tingkat provinsi. Semoga mereka mampu membawa nama baik daerah,” ujar Wabup usai menghadiri Zikir Akbar dan Halal Bihalal keluarga besar pendidik dan tenaga kependidikan MI se-Kabupaten Tulungagung, yang digelar di Masjid Agung Al Munawwar, Senin (28/4/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Baharudin juga mengimbau agar Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) melakukan koordinasi intensif dengan Pemkab Tulungagung sebelum keberangkatan kontingen. Ia juga menyampaikan harapan agar para peserta diberi kesehatan dan kekuatan untuk meraih hasil terbaik.
Tak hanya itu, Wabup turut menyampaikan harapannya bagi seluruh siswa MI di Tulungagung agar diberi kelancaran dalam menempuh pendidikan, baik yang akan naik kelas maupun yang sedang mempersiapkan diri menghadapi kelulusan.
“Zikir akbar ini juga menjadi ikhtiar spiritual agar anak-anak kita diberi kemudahan dalam menghadapi ujian sekolah, baik ujian kenaikan kelas maupun ujian akhir,” imbuhnya.
Terkait perhatian pemerintah daerah terhadap tenaga pendidik, Wabup mengakui bahwa hingga kini belum ada insentif khusus dari Pemkab untuk guru MI. Namun, pihaknya telah menyalurkan bantuan kepada guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) sejak tahun lalu.
Hal ini dikonfirmasi oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Tulungagung, Makrus Manan. Ia menyebut, tahun lalu Pemkab telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,3 miliar untuk sekitar 4.200 guru TPQ, dengan masing-masing menerima Rp 250 ribu per tahun.
“Jumlah guru TPQ di Tulungagung sebenarnya mencapai 6.600 orang. Karena keterbatasan anggaran, bantuan diberikan secara bergiliran,” jelas Makrus.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa Pemkab tengah berupaya meningkatkan jangkauan serta nominal insentif yang diberikan. Rencananya, seluruh guru TPQ akan menerima bantuan dengan nominal yang lebih besar, yakni Rp 300 ribu per tahun.
“Upaya sedang dilakukan agar semua guru TPQ bisa merasakan manfaat dari bantuan ini, tidak lagi secara bergiliran,” tandasnya.(riz/dn)
What's Your Reaction?



