DPC PDIP Jombang Gelar Dialog Kebangsaan Bersama Prof. Hardjono

01 Feb 2026 - 16:28
DPC PDIP Jombang Gelar Dialog Kebangsaan Bersama Prof. Hardjono
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menyelenggarakan forum diskusi bertajuk 'Melihat Indonesia', Sabtu (31/1/2026). (Foto: Santoso/afederasi.com)

Jombang, (afederasi.com) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Jombang menyelenggarakan forum diskusi bertajuk 'Melihat Indonesia', Sabtu (31/1/2026).

Acara yang digelar di Aula Kantor DPC setempat ini menghadirkan tokoh hukum nasional Prof. Dr. Hardjono, mantan Hakim Mahkamah Konstitusi RI dan mantan Anggota Dewan Pengawas KPK, sebagai narasumber utama.

Forum ini diikuti ratusan kader partai serta perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jombang. Diskusi semakin berbobot dengan kehadiran Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, yang mendampingi narasumber.

Dalam paparannya, Prof. Hardjono mengajak peserta mencermati kondisi penegakan hukum, demokrasi, dan tantangan kebangsaan Indonesia. Ia menekankan bahwa Indonesia lahir dari proses dialog dan kesadaran kolektif para founding fathers, bukan secara tiba-tiba.

“Indonesia merdeka tidak lahir secara tiba-tiba. Awalnya memang dimulai dari diskusi... Ini adalah dialog yang kemudian mengkristal menjadi kesadaran kolektif,” ungkap Prof. Hardjono.

Ia juga menyoroti peran bahasa Indonesia sebagai pemersatu dan Pancasila sebagai pedoman hidup bernegara yang sesungguhnya. “Pancasila bukan sekadar teks hafalan, melainkan pedoman hidup bernegara,” tegasnya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Jombang, Sumrambah, menyatakan forum ini sebagai ruang refleksi untuk menyelaraskan cara pandang dalam membaca situasi nasional. Menurutnya, pemikiran kritis dan objektif sangat dibutuhkan agar perjuangan kebangsaan tetap pada rel ideologi Pancasila.

“Kita tidak bisa melihat Indonesia hari ini dengan kacamata sempit. Fakta harus dibedah secara jujur agar kita bisa menentukan langkah strategis ke depan demi terwujudnya keadilan sosial,” ucap Sumrambah, yang juga mantan Wakil Bupati Jombang.

Sumrambah menilai perjuangan mewujudkan cita-cita kemerdekaan menghadapi tantangan serius. “Ke depan tantangannya akan semakin berat. Nasionalis tidak boleh terkotak-kotak. Persatuan adalah syarat utama untuk menjaga Indonesia tetap berdiri kokoh,” ungkapnya.

Rangkaian acara diakhiri dengan sesi interaktif antara mahasiswa dan Prof. Hardjono. Sejumlah isu strategis seperti integritas lembaga negara, penguatan demokrasi, serta peran aktif masyarakat menjadi topik utama.

Prof. Hardjono menutup dengan pesan tentang pentingnya mencerdaskan kehidupan bangsa secara holistik. “Tantangan ke depan adalah bagaimana... membangun manusia Indonesia yang berkarakter, berempati, dan berkeadilan,” pungkasnya.

Dialog kebangsaan ini diharapkan menjadi pintu awal untuk diskusi berkelanjutan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dalam upaya menjaga persatuan dan konsistensi nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika global. (san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow