Gerimis Tak Surutkan PDI Perjuangan Tanam Pohon di Lereng Gunung Piramid
Bondowoso, (afederasi.com) — Gerimis yang turun sejak pagi tak menyurutkan langkah pengurus DPC PDI Perjuangan Bondowoso. Jumat, (23/01/2026) mereka menyusuri kawasan hutan lembah Pegunungan Argopuro, lereng Gunung Piramid, Kelurahan Curahdami, untuk melakukan penanaman pohon dan pelepasan satwa liar.
Udara dingin, tanah basah, serta jalur ekstrem langsung menyambut rombongan. Sebelum pendakian dimulai, apel singkat digelar dan doa dipanjatkan. Setelah itu, pengurus bergerak menembus jalur licin yang diguyur hujan sejak dini hari. Sepatu tergelincir, pakaian berlumpur. Tak ada yang memilih mundur.
Kegiatan terpusat di Petak 16K, wilayah kerja Perhutani KPH Bondowoso. Di lokasi ini, bibit-bibit pohon ditanam bersama. Tanpa seremoni berlebihan, tanpa panggung dan pidato panjang.
Ketua DPC PDI Perjuangan Bondowoso, Sinung Sudrajad, menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan HUT ke-53 PDI Perjuangan sekaligus ulang tahun ke-79 Ketua Umum Hj Megawati Soekarnoputri.
“Ini bukan sekadar simbolik. Kami melakukan penghijauan sekaligus pelepasan satwa liar berupa burung perkutut,” kata Sinung.
Ia menjelaskan, kawasan seluas 18,8 hektare tersebut, dengan izin Administratur Perhutani, akan dijadikan hutan binaan PDI Perjuangan Bondowoso.
“Pesannya sederhana: jaga alam, maka alam akan menjaga kita. Jaga hutan, maka hutan akan menjaga kita,” tegasnya.
Setelah penanaman, pengurus PDI Perjuangan dan jajaran Perhutani duduk bersama di tengah hutan, memotong tumpeng, dan makan sederhana. Kegiatan ditutup dengan pelepasliaran puluhan burung perkutut ke habitat alaminya.
Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyebut kegiatan ini sejalan dengan program awal tahun Perhutani.
“Sebelumnya kami menanam 2.026 bibit MPTS. Selain itu, Wakil Ketua DPRD Bondowoso dari PDI Perjuangan juga mendapat bantuan sekitar 1.000 bibit MPTS dan mahoni,” ujarnya.
Misbakhul menyatakan Perhutani mendukung penuh langkah PDI Perjuangan dan berharap aksi serupa dilakukan berbagai pihak.
“Menjaga hutan bukan soal partai atau bendera. Ini soal masa depan bersama,” katanya.
Di lereng Gunung Piramid, politik hadir bukan lewat jargon, melainkan lewat kerja sunyi: lumpur, keringat, dan bibit yang kelak tumbuh menjadi penyangga kehidupan. (den)
What's Your Reaction?



