Muktamar NU ke-35, Banyak Wilayah dan Pesantren Besar Ingin Jadi Tuan Rumah

06 Jan 2026 - 13:21
Muktamar NU ke-35, Banyak Wilayah dan Pesantren Besar Ingin Jadi Tuan Rumah
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat menghadiri kegiatan Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Minggu (4/1/2026) malam. (Foto: Istimewa)

Jombang, (afederasi.com) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengungkapkan persiapan menuju Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 telah dimulai.

Meski waktu dan lokasi pasti belum ditetapkan, pembahasan awal untuk menyamakan persepsi seluruh elemen NU terus berjalan.

Hal ini disampaikan Gus Yahya saat menghadiri kegiatan Napak Tilas Isyaroh Pendirian NU di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Minggu (4/1/2026) malam.

Pernyataan ini menguatkan komitmen penyelenggaraan muktamar pasca proses islah (rekonsiliasi) internal NU yang berhasil dicapai di Ponpes Lirboyo, Kediri, pada akhir Desember 2025 lalu.

“Persiapan sudah dilakukan, tetapi penanggalan dan tempat pelaksanaan belum ditentukan. Semuanya masih harus dimusyawarahkan,” ujar Gus Yahya.

Minat menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35 disebutkan sangat tinggi. Sejumlah wilayah telah mengajukan diri, antara lain Kalimantan Timur (Kaltim), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Barat (Sumbar), dan Jawa Timur (Jatim).

Tidak hanya wilayah, pesantren-pesantren besar juga menyatakan harapannya. “Banyak wilayah yang melamar, termasuk Jawa Timur. Bahkan pesantren besar seperti Lirboyo dan Ploso juga berharap bisa menjadi tuan rumah,” jelas Gus Yahya.

Gus Yahya menegaskan, percepatan pelaksanaan muktamar – seperti yang mengemuka dalam proses islah di Lirboyo – harus ditempuh melalui dialog dan musyawarah yang matang.

Tujuannya untuk menghindari pertentangan dan menguatkan fungsi muktamar sebagai pemersatu.

“Harus dibicarakan di forum-forum musyawarah agar tidak ada lagi pertentangan. Semua perlu memahami bahwa muktamar itu penting bagi NU,” tegasnya.

Ia menekankan, Muktamar NU ke-35 bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum strategis untuk memperkuat persatuan di tengah dinamika internal organisasi besar seperti NU.

 “NU ini organisasi besar. Perbedaan pendapat tidak bisa dihindari, tapi muktamar justru menjadi ruang untuk menyatukan kembali pandangan,” ungkapnya.

Kepastian penyelenggaraan muktamar menguat setelah pertemuan antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dengan Mustasyar PBNU, termasuk Gus Yahya, di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada Kamis (25/12/2025). Pertemuan yang penuh kekeluargaan itu menghasilkan kesepakatan islah.

Juru Bicara Ponpes Lirboyo, KH Abdul Mu’id Shohib (Gus Muid), menyampaikan salah satu keputusan kunci adalah penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU “sesegera mungkin”.

“Pelaksanaannya diserahkan kepada PBNU, dalam hal ini Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Gus Yahya,” jelas Gus Muid .

Gus Yahya menyebut, kepastian waktu pelaksanaan sepenuhnya bergantung pada hasil pertemuan dan kesepakatan bersama ke depan. “Kita berharap semua pihak sepaham dan sepakat agar muktamar bisa segera dilaksanakan,” pungkasnya.(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow