Resmikan Gedung Kelas di Lamongan, Kemendikdasmen Targetkan 70 Ribu Sekolah Direvitalisasi
Lamongan, (afederasi.com) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI berkomitmen mempercepat perbaikan infrastruktur pendidikan melalui program Revitalisasi Fisik (Refit). Pada tahun anggaran 2026, total sasaran sekolah yang akan mendapatkan bantuan diproyeksikan mencapai lebih dari 70.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kemendikdasmen RI, Biyanto, saat meresmikan gedung kelas SD Muhammadiyah Turi, Kecamatan Turi, Lamongan, Sabtu (24/1/2026) siang.
Biyanto menjelaskan bahwa capaian program revitalisasi pada tahun sebelumnya melampaui target awal presiden sebesar 14.440 sekolah menjadi lebih dari 16.000 sekolah berkat skema swakelola.
"Tahun ini kami tentu akan melanjutkan program Refit ini dengan sasaran baik sekolah yang sudah dapat tahun kemarin atau sekolah yang baru sama sekali belum dapat. Kami akan periksa di Dapodik untuk melihat peluang memberikan bantuan," ujar Biyanto di sela-sela peresmian gedung kelas.
Selain perbaikan fisik, Kemendikdasmen juga mengalokasikan bantuan teknologi berupa Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis interaktif untuk menunjang kenyamanan belajar mengajar. Sedangkan terkait kesejahteraan pengajar, Biyanto menyebut rencana kenaikan insentif guru swasta dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 sudah masuk dalam pembahasan teknis kementerian.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Shodikin, melaporkan bahwa pada tahun ini terdapat 22 sekolah tingkat SD di Lamongan yang telah selesai menjalani revitalisasi. Namun, fokus ke depan akan diarahkan pada sekolah-sekolah di kawasan rawan bencana, khususnya di wilayah Bengawan Jero.
Shodikin mengusulkan skema khusus berupa sekolah panggung atau peninggian struktur bangunan untuk 32 sekolah yang menjadi langganan banjir tahunan.
"Dari kajian kami, untuk 32 sekolah yang terdampak banjir itu skemanya kalau tidak sekolah panggung ya ditinggikan. Lantainya diangkat satu meter dan atapnya dinaikkan satu meter, insyaallah aman," kata Shodikin.
Ia juga menegaskan bahwa program bantuan ini bersifat inklusif, tidak hanya menyasar sekolah negeri namun juga sekolah swasta.
"Mudah-mudahan dengan peluang yang disampaikan Pak Biyanto tadi, sekolah calon penerima Refit di Lamongan bisa benar-benar terealisasi tahun ini untuk mengangkat kualitas pendidikan bagi semua," pungkasnya. (yan)
What's Your Reaction?



