SDN Somosari Lamongan Terendam Banjir, Siswa Terpaksa Belajar di Musala
Lamongan, (afederasi.com) – Intensitas hujan yang masih tinggi di wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengakibatkan banjir tak kunjung surut. Kondisi ini berdampak serius pada sektor pendidikan, salah satunya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Somosari, Kecamatan Kalitengah.
Lantaran ruang kelas terendam air hingga ketinggian 40 sentimeter, puluhan siswa terpaksa mengalihkan aktivitas belajar mengajar ke mushola sekolah. Langkah ini diambil pihak sekolah karena kondisi ruang kelas sudah tidak memungkinkan untuk digunakan.
Selain genangan air, lantai kelas kini mulai ditumbuhi lumut yang licin dan dinilai sangat membahayakan keselamatan siswa maupun guru. Meski harus belajar dengan fasilitas seadanya di dalam mushola, semangat para siswa untuk menuntut ilmu tidak surut.
Pihak sekolah saat ini memprioritaskan siswa kelas lima dan kelas enam untuk tetap belajar secara tatap muka di mushola. Sementara itu, untuk siswa kelas satu hingga kelas empat, proses pembelajaran dialihkan sepenuhnya secara daring (online) dari rumah masing-masing.
Auliyah, salah satu siswi SDN Somosari, mengaku bahwa belajar di mushola memang kurang nyaman karena sulit untuk berkonsentrasi dibandingkan di ruang kelas biasa. Namun, ia dan teman-temannya tetap memilih untuk datang ke sekolah daripada harus belajar daring di rumah.
"Sudah dua minggu terendam banjir, sekarang belajar di musolah, tapi tetep seneng bisa sekolah," ucapnya, Rabu (28/1/2026)
Masykur, salah seorang guru di SDN Somosari, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil demi keamanan. Kondisi ruang kelas yang terlalu lama tergenang air membuat struktur lantai menjadi licin dan berisiko bagi anak-anak. Terlebih lagi, siswa kelas enam memerlukan persiapan intensif karena dalam waktu dekat akan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
"Kelas 1 sampai 4 sementara daring, kelas 5 dan 6 belajar di musolah, kalau di ruangan kelas tidak memungkinkan karena terendam banjir dan berlumut, dan kita menghindari suatu hal yang tidak diinginkan," jelasnya.
Hingga saat ini, baik guru maupun siswa hanya bisa berharap agar banjir segera surut sehingga proses belajar mengajar dapat kembali normal. Pihak sekolah juga menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah agar memberikan bantuan rehabilitasi bangunan sekolah. Mereka berharap adanya peninggian bangunan agar di tahun-tahun mendatang, SDN Somosari tidak lagi menjadi langganan banjir saat musim penghujan tiba. (yan)
What's Your Reaction?



