Arus Balik Nataru 2026 Capai 4,8 Juta Kendaraan di Tiga Ruas Tol ASTRA Infra

05 Jan 2026 - 10:37
Arus Balik Nataru 2026 Capai 4,8 Juta Kendaraan di Tiga Ruas Tol ASTRA Infra
Pintu masuk gerbang tol Cikupa , Minggu (04/01/2026). (Foto:Istimewa)

Jakarta, (afederasi.com) – Volume lalu lintas pada periode puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga sembilan hari setelah Natal dan dua hari setelah Tahun Baru, tepatnya hingga 3 Januari 2026, tercatat sebanyak 4,8 juta kendaraan telah melintasi tiga ruas tol strategis yang dikelola ASTRA Infra, yaitu Tangerang-Merak, Cikopo-Palimanan (Cipali), dan Jombang-Mojokerto.

Data harian menunjukkan pola yang beragam di masing-masing ruas tol. Di ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak, arus lalu lintas tercatat sekitar 151 ribu kendaraan. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 4,2% dibandingkan lalu lintas harian normal, namun justru turun 9% jika dibandingkan dengan volume arus balik Nataru tahun sebelumnya.

Sementara itu, ASTRA Infra Toll Road Cikopo-Palimanan (Cipali) mencatat lonjakan paling tinggi. Sebanyak 94 ribu kendaraan melintas, yang berarti terjadi peningkatan luar biasa sebesar 45% dari lalu lintas harian normal. Bahkan, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, arus di Cipali masih naik 18%.

Adapun di ASTRA Infra Toll Road Jombang-Mojokerto, volume lalu lintas terpantau sekitar 39 ribu kendaraan. Jumlah ini naik sangat tinggi, yaitu 46,85%, dari kondisi normal. Namun, secara year-on-year (yoy), terjadi penurunan tipis sebesar 3,64% dibanding arus balik Nataru tahun sebelumnya.

Menghadapi kepadatan ini, ASTRA Infra melalui pernyataan Rinaldi, Group Chief Technical Officer ASTRA Infra, mengeluarkan serangkaian imbauan penting bagi pengguna jalan.

"Kami mengimbau kepada pengemudi untuk selalu berhati-hati saat melakukan perjalanan balik dengan menjaga batas kecepatan kendaraan serta jarak aman dengan kendaraan lainnya," ujar Rinaldi.

Perusahaan juga mendorong para pemudik untuk memastikan kecukupan bahan bakar atau daya baterai kendaraan sebelum memasuki tol. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di area rest and service (rest area) yang biasanya penuh pada masa puncak arus balik.

Khusus terkait rest area, ASTRA Infra mengingatkan agar pengendara tidak berhenti di bahu jalan tol kecuali dalam keadaan darurat mendesak. Sebagai solusi, pengguna jalan dapat memanfaatkan fasilitas di luar ruas tol. Sistem pembayaran tertutup yang diterapkan memungkinkan pengendara keluar dan masuk kembali ke tol tanpa dikenakan tarif tambahan, asalkan masih dalam satu gerbang tol (sistem one-gate in one-gate out).

ASTRA Infra juga menekankan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang. Terutama dalam mengantisipasi cuaca buruk seperti hujan lebat yang kerap terjadi di penghujung tahun. Dalam kondisi jalan basah, pengemudi diharapkan dapat menyesuaikan kecepatan, dengan batas maksimal yang disarankan adalah 70 km/jam untuk menghindari risiko aquaplaning (hilangnya cengkeraman ban akibat genangan air).

Dengan berbagai upaya dan imbauan ini, ASTRA Infra berkomitmen untuk menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan pemudik selama periode arus balik Nataru 2026, sekaligus mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menciptakan situasi lalu lintas yang tertib dan selamat sampai tujuan.
(san)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow