Pemotongan Hewan Kurban di RPH Lamongan Alami Peningkatan
"Aktivitas pemotongan hewan kurban di RPH pada Iduladha tahun ini mengalami peningkatan yang cukup bagus. Fasilitas yang kita berikan sangat lengkap, mulai dari proses penyembelihan, pengulitan, pemotongan tulang, hingga proses packing (pengemasan)," ujarnya.
Lamongan, (afederasi.com) – Aktivitas Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabupaten Lamongan pada Hari Raya Iduladha tahun ini menunjukkan tren positif. Terjadi peningkatan signifikan pada jumlah pemotongan hewan kurban, khususnya sapi, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Proses penyembelihan pun kini didorong menjadi lebih higienis dan efisien dengan pemanfaatan teknologi semi-modern. Rabu, (27/5/2026).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan, Shofiyah Nurhayati, mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme masyarakat untuk melakukan pemotongan di RPH tidak lepas dari jaminan kebersihan, higienitas, serta fasilitas lengkap yang disediakan oleh pihak RPH.
"Aktivitas pemotongan hewan kurban di RPH pada Iduladha tahun ini mengalami peningkatan yang cukup bagus. Fasilitas yang kita berikan sangat lengkap, mulai dari proses penyembelihan, pengulitan, pemotongan tulang, hingga proses packing (pengemasan)," ujarnya.
Berdasarkan data di lapangan pada hari pertama setelah salat Id, RPH Lamongan telah menjadwalkan pemotongan sebanyak 20 ekor sapi. Jumlah ini dipastikan terus bertambah pada hari-hari berikutnya.
"Alhamdulillah hari pertama ini kita memotong 20 ekor sapi. Untuk besok jadwalnya meningkat sekitar 29 ekor, dan aktivitas pemotongan diprediksi masih akan terus berlangsung sampai hari Sabtu nanti," jelasnya.
Hewan kurban yang masuk ke RPH Lamongan ternyata tidak hanya datang dari peternak lokal Lamongan saja, melainkan ada juga yang dikirim dari wilayah tetangga seperti Kabupaten Gresik. Sebelum disembelih, seluruh hewan kurban diwajibkan masuk ke kandang penampungan terlebih dahulu selama semalam untuk menjalani pemeriksaan klinis dan memastikan kondisinya sehat serta sesuai dengan syariat Islam.
Shofiyah menambahkan, keunggulan pemotongan di RPH Lamongan saat ini terletak pada penggunaan alat penunjang berupa restraining box (kotak perebah sapi) semi-modern bermerek Markfour. Penggunaan alat ini menjadi satu-satunya yang ada di wilayah Lamongan guna memangkas waktu pengerjaan dan menjaga higienitas daging.
"Jadi sapinya digulingkan dan dijatuhkan dengan alat, baru kemudian dipotong secara manual. Ini semi-modern dan satu-satunya di Lamongan. Manfaat utamanya selain memangkas waktu juga menjaga higienitas daging kurban," paparnya.
Terkait biaya, pihak RPH mematok ongkos sebesar Rp1.400.000 per ekor sapi. Biaya tersebut dinilai sebanding karena sudah mencakup seluruh rangkaian proses operasional hingga pengemasan akhir menggunakan besek anyaman bambu ataupun kantong plastik ramah lingkungan.
Menariknya, operasional padat karya ini juga turut menggerakkan roda ekonomi warga lokal. Pihak RPH sengaja menggandeng warga sekitar untuk membantu proses penimbangan, pengulitan, hingga pembungkusan daging.
"Puncaknya memang hari ini dan besok. Melalui tarif tersebut, kami juga memberdayakan masyarakat sekitar untuk ikut membantu proses penimbangan dan pengulitan, sehingga ada perputaran ekonomi bagi warga setempat di momen lebaran kurban ini," pungkas Shofiyah. (yan)
What's Your Reaction?

