Atasi Fenomena Fatherless, Bupati Lamongan Ajak Para Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
"Sekarang ada fenomena fatherless. Rata-rata baru 25 persen anak-anak yang merasakan kehadiran ayah. Karena itu diperlukan penguatan peran ayah di rumah sebagai teladan dalam pembentukan karakter anak," ujar Pak Yes saat memberikan keterangan pada Minggu (12/7/2026) pagi.
Lamongan, (afederasi.com) – Usai ramai gerakan ayah mengambil rapor, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi kini mengajak para ayah di wilayahnya untuk lebih aktif hadir dalam kehidupan anak. Salah satu langkah nyata yang diserukan adalah gerakan mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah demi memperkuat pembentukan karakter anak. Minggu, (12/7/2026).
Menurut Bupati yang akrab disapa Pak Yes ini, fenomena fatherless atau minimnya kehadiran sosok ayah dalam pengasuhan anak saat ini menjadi perhatian serius. Berdasarkan data yang ada, keterlibatan aktif seorang ayah dalam memori dan tumbuh kembang anak masih tergolong rendah.
"Sekarang ada fenomena fatherless. Rata-rata baru 25 persen anak-anak yang merasakan kehadiran ayah. Karena itu diperlukan penguatan peran ayah di rumah sebagai teladan dalam pembentukan karakter anak," ujar Pak Yes saat memberikan keterangan pada Minggu (12/7/2026) pagi.
Pak Yes menilai, tindakan mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk sekolah merupakan langkah yang sederhana, namun memiliki makna mendalam bagi psikologis sang anak. Momen kebersamaan tersebut dipercaya akan menjadi kenangan positif yang terus melekat dalam ingatan anak sekaligus mempererat hubungan emosional antarkeluarga.
"Gerakan mengantar anak sekolah di hari pertama ini diharapkan semakin menguatkan peran ayah di memori anak-anak kita," tambahnya menekankan pentingnya kedekatan emosional.
Selain memperkuat ketahanan keluarga melalui peran aktif orang tua, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan juga terus berkomitmen mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan budaya literasi. Keseriusan ini bahkan diwujudkan secara struktural dengan memasukkan indeks literasi daerah ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Pak Yes menegaskan, langkah strategis ini diambil agar program penguatan literasi memiliki payung hukum dan target pencapaian yang jelas dalam visi pembangunan daerah.
"Pengembangan sumber daya manusia kami masukkan dalam indeks literasi daerah di RPJMD. Ini menandakan bahwa penguatan literasi menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lamongan," jelas orang nomor satu di Lamongan tersebut.
Kerja keras Pemkab Lamongan ini pun mulai membuahkan hasil positif. Upaya masif dalam penguatan literasi di tengah masyarakat turut berkontribusi langsung terhadap kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Lamongan yang terus tumbuh positif dari tahun ke tahun.
"Alhamdulillah, Indeks Pembangunan Manusia terus meningkat setiap tahun. Salah satu pendukungnya adalah penguatan literasi kepada masyarakat," tutur Pak Yes penuh syukur.
Melalui kolaborasi harmonis antara penguatan peran ayah di lingkungan keluarga serta peningkatan budaya literasi di sektor publik, Pemkab Lamongan optimistis mampu mencetak generasi masa depan yang berkarakter kuat, cerdas, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan zaman. (yan)
What's Your Reaction?

